Monday, June 29, 2015

KOMIKUS, KATAKAN 5 HAL INI PADA ORANG TUA UNTUK MENDAPAT RESTU MEREKA

Ternyata menjadi komikus itu bukan hal yang gampang. Ini bukan masalah teknis menggambar, bikin cerita atau apapun yang berkaitan dengan art-nya, tapi bagaimana kita bisa mendapatkan sesuatu yang bersifat lebih 'personal' dan 'batiniah', yaitu restu dari kedua orang tua kita :-(

Di negara yang masih menganggap menjadi komikus itu adalah 'pekerjaan yg nggak jelas'; 'nggak punya prospek masa depan'; 'nggak keren'; de el el, nggak kayak dokter; pengacara; insinyur, pengusaha yang kelihatannya lebih 'membanggakan', 'jadi idaman calon mertua', 'nggak malu-maluin'. dsb, maka menjadi tantangan bagi kita, para komikus; untuk meyakinkan ortu bahwa menjadi komikus itu juga 'sebuah profesi' yang bisa untuk cari makan, beli mobil, beli rumah, kapal pesiar, nyekolahin anak, punya tabungan 12 digit, atau bahkan naik haji berkali-kali loh :)

Nah, inilah 5 hal yang mungkin bisa kalian lakukan bagi calon komikus atau yang sudah terlanjur menjadi komikus agar dapat 'blessing' alias restu dari kedua orang tua kita  :

1. Komikus adalah pekerjaan mulia.
Ya, ini adalah pekerjaan yang menjauhkan kita dari dosa dan hal-hal yang bisa disangkut pautkan dengan KPK, Kepolisian dan pihak yang berwajib lainnya, karena kita 'kan palingan cuma duduk di depan meja gambar atau  komputer,bikin gambar dengan pen tablet, bikin cerita dsb . 

Jadi mana mungkin kita melakukan KKN (Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme) ?!
Asal ingat saja, itu adalah  tujuan mulia 'Reformasi' yg kaya'nya sudah mulai kita lupakan, karena sekarang kita cuma sibuk cakar-cakaran, sikut-sikutan  dan pencitraan...(sigh)

Tapi kalo komikusnya suka ngegambar yang ecchi atau 'nude', nah itu lain lagi masalahnya, wkwkwkwk :)






2. Komikus juga bisa kaya raya!
Nggak percaya?! Coba lihat tuh mbah Stan Lee, Oom Jim Lee, de el el. Mereka itu orang-orang yang nggak kalah tajir dibandingin dengan Pakde Bill Gates loh. Kesuksesan Marvel/Disney dengan "Avangers'nya dan DC dengan 'Batman'nya sudah tak terbantahkan lagi.
Nah, di kita ada tuh Sunny Goo, Admiranto, Ardian Syaf, atau Chris Lie yang hidup mapan.
Jadi kasih tau orang tua kita kalo kita nggak bakalan kelaparan asal kita mau kerja keras dan fokus dengan profesinya seperti mereka-mereka itu.


   

3 Komikus juga adalah selebriti.

Kalo yang ini contohnya bejibun, di luar sana kalo ada pameran besar kaya' 'San Diego Comic Con' yang terkenal itu, para komikus  diperlakukan seperti selebriti oleh para fans. Bahkan para bintang film atau sutradara top yang hadir disana untuk mempromosikan fimnya, dianggap biasa saja oleh para penggemar komik... Beda kalo Jim Lee, Todd Mc Farlane, Stan Lee, Mark Millar de el el  yg datang, langsung heboh!
Nah, mungkin kalo para komikus top itu datang di acara 'Oscar', mungkin kebalik ya? He-he-he.

Jadi nggak usah minder bro and sis, terbukti para komikus nggak kalah sama para selebriti kita yang doyannya cuma bikin sensasi itu > <




4.'Ngomik' adalah sebuah karier.

Jadi kalo ortu kita menganggap 'ngomik' itu hanyalah 'hobby' yang buang-buang waktu,  yakinkanlah kepada  mereka bahwa 'ngomik' itu  nggak beda jauh dengan dokter, insinyur, pengacara de el el nya; karena menjadi komikus itu juga butuh dedikasi, skill, dan komitmen yang nggak main-main.
Komikus itu adalah sebuah profesi, yg memiliki jenjang karier dan masa depan yg sama seperti profesi2 lainnya.
Nggak percaya juga?! tanya tuh sama Mas Ardian Syaf di Tulungagung sana  :D




5. Komikus juga manusia.
Komikus itu pekerjaan yg sarat dengan pencarian ide, penjelajahan artistik, teamwork, de el el yg sering bikin pelakunya jadi galau. 
Nah, kalao sudah galau dan nggak dapat motivasi, dorongan semangat, atau penghargaan  dari orang2 terdekatnya, bisa2 mereka jadi stress dan nggak doyan hidup, serta ujung-ujungnya.....  :(

Waaaaa....Tidaaakkk!






Makanya, nah ini untuk para ortu, perlu memahami bahwa komikus itu adalah 'mutant', 'anathema' dan 'anomali' dalam sebuah sistem kemasyarakatan kita yg terlalu mendewakan hasil kerja yg instant dan gampangan, tanpa perduli pada proses, pencarian serta pencapaian.

Kalo hal itu tidak dipahami dengan baik, maka susah bagi kita untuk bisa menjadikan komikus sebagai bagian dari agen perubahan yang, mungkin, ini mungkiiin lhoo... bisa memperbaiki sistem kemasyarakan kita yg amburadul saat ini. 

Berlebihan ?! Ah, nggak lah, lihat tuh Jepang...Gara2 Captain Tsubasa dan komik2 sejenisnya, mereka kini bisa menempatkan orang2nya di Premier Liege dan Bundesliga ...Iya khaaaan?!       


oleh. Fajar Buana
Ilustrasi. Reza Azmi

2 comments:

  1. Gambarnya lucu..hahaha..Memang dokter masih menempati urutan pertama profesi dengan prestise tinggi

    ReplyDelete
  2. waaahh tipsnya boljug nih hehe

    ReplyDelete