Tuesday, December 27, 2016

METAMORFOSIS SANG KUPU-KUPU

            2016 hampir berakhir dan sebentar lagi kita akan menyambut tahun baru dengan semangat dan tujuan baru.
Tidak terasa sudah 14 tahun Papillon Studio ini berdiri, terhitung waktu yang sangat lama bagi kupu-kupu untuk hidup. Ibaratnya di Pokemon nih, kita kayak Caterpie yang berevolusi menjadi Metapod dan berevolusi lagi jadi Buterfree.
Ya,  karena kita dulu awal nya adalah sebuah komunitas para pecinta komik dari semua genre;  mulai dari komik  lokal, Jepang, Amerika, dan Eropa. Berawal dari komunitas bernama “Caterpillar” alias si ulat, dan di gawangi oleh sama Alfa, Adhit, Tyar dan Mas Cahyo.
Singkat cerita, seiring berjalannya waktu dan pengalaman selama satu tahun sang ulat  mengalami mode kepompong. Dalam  metamorfosisnya,  sang kepompong mengalami proses yang tidak mudah. Setelah di sertai dengan debat sana-sini sambil minum kopi dan cengengesan, akhirnya keluarlah nama “Papillon”, sebuah kata dalam bahasa Perancis kalau dalam bahasa Indonesia artinya Kupu-kupu.
Perjalanan kupu-kupu tidak mudah, banyak terpaan angin kencang, badai,tsunami bahkan tornado dari segala penjuru, bahkan dari  planet Mars.
Dari proses yang nggak mudah itu, sang Kupu-kupu memiliki banyak pengalaman, baik yang pahit ataupun yang manis.

Seperti apa sih perjalanan sang kupu-kupu selama 14 tahun ini ?       

Perlu diketahui, selama 14 tahun ini Papillon Studio sudah beberapa kali berpindah lokasi.
Nah, kita akan melihat evolusi dari waktu ke waktu  Papillon Studio,  mulai dari tempat awal studio nya kayak gimana, karya dan project yang pernah di bikin. Serta juga tampang-tampang crew Papillon dan  para sahabat Papillon dari waktu ke waktu. Ceck it crot, bro!

1. 2001-2003 awal
Caterpillar belum mempunyai logo di waktu itu dan studio pertamanya berada di Jl. Tengger, tepatnya di belakang Akpol ( Akademi Polisia),  tapi  sayang sekali sodara-sodara… dokumentasi fotonya setelah diubek-ubek nggak ketemu juga.
Project pertama :
Boneka Kematian, adalah karya pertama Papillon Studio terbitan PT Elex Media Komputindo, yang saat itu tercetak sekitar 14.000 eksemplar! Bercerita tentang Tony, anak laki-laki yang memiliki kemampuan untuk melihat hal-hal gaib di sekitarnya. Hal ini menuntut Tony untuk menghentikan teror setan cilik bernama Victoria, yang ternyata adalah saudara kembar ibunya yang di bunuh sewaktu kecil karena mengalami gangguan jiwa. Kini setan itu menghantui kota kelahiran Tony. Korbannya adalah remaja yang di teror melalui boneka yang tampak lucu dan imut , tetapi sebenarnya amat mengerikan.


2. 2003-2007
Nah studio ke dua Papillon berada di Perum BPI Blok i/1 Ngaliyan, lebih tepatnya di garasi dari rumahnya  Pak Dr. Nur Yazid, babenya mas Alfa Ya, garasi!
     Papillon Studio benar-benar memulai dari nol, bukan nol absolut sih tapi ‘nol aksen’, yaitu dengan adanya semangat dan passion.

 

Bisa di lihat kan tampang  mas bro-mas bro waktu masih bujangan.
Mas Alfa yang masih gondrong, mas Han yang masih berjuang merampungkan kuliah arsitekturnya dan  mas Fajar yang masih konsisten dengan falsafahnya, juga ada mas Doni Moe, Adi ‘Dul Kambing’ yang sekarang malang melintang di Jogja, juga mas Bowo yang sekarang hijrah di Ibu Kota gabung sama salah satu pengembang gede di sana
Juga terlihat adanya penampakan logo awal dari Papillon Studio, yaitu kupu-kupu alien berwarna hitam dengan memakai dasi kupu-kupu hitam pula!

Karya indie pertama : komik kompilasi KOMET = KOMIK EXTRA TERRESTRIAL

                   

Prestasi pertama sebagai juara lomba komik Asia di Bandung, judul komiknya : Rise of the Chicken.  

               
Karya lain :





 
Illustrasi dan coloring JLA vs Avengers untuk client perorangan.

Juga ada karya  mainstream yang diterbikan oleh Tokyo Pop, judulnya  EV.


Juga masih banyak lagi karya lain, baik untuk penerbit lokal kita mulai dari lokal maupun internasional, seperti  Max Lee terbitan Jonathan Woodward, Omnibus-Valoncurse terbitan Ape Entertainment, Supa Strika oleh penerbit Strika Entertainment dll.

3. 2007 pertengahan - 2012
Pada tanggal 17 Juli th. 2007 Papillon Studio yang baru’ telah terlahir kembali alias ‘reborn’!
Dengan anggota yang tersisa hanya 8 orang yaitu : Alfa, Hanree, Fajar, Bowo, Reni, Erik, Mas Yoyok, dan Dilla, Papillon Studio kini  memperkuat visi dan misi serta membentuk   kepengurusan baru  dan juga penggantian logo seperti gambar di bawah ini




Jl.  Bukit Cempaka 2 no 52, Sendang Mulyo – Semarang menjadi tempat migrasi ke 3 dari Papillon Studio.   
Disini, untuk  pertama kalinya Papillon meng ikuti acara 24 Hours Comik Day , sebuah kegiatan yang di cetuskan dan di populerkan oleh Nat Gertler (sejarah nya baca sendiri di Wikipedia ya), yaitu untuk membuat komik bersama dalam satu komunitas selama 24 jam, sebanyak 24 halaman, dengan ide yang  spontan dan on the spot alias idenya dicetuskan saat itu juga.
  Sebagian peserta acara 24 Hours Comik Day di studio Sendang Mulyo
   Selain menggarap proyek-proyek mainstream seperti The FRO yang gambarnya tampak di bawah ini, Papillon Studio  juga rajin mengisi workshop dan acara kreatif lainnya lho.



4.2012-2015
Klipang Alam Permai, jln Tanjung 4/50 merupakan rumah ke empat kita, rumah dan juga studio ini mejadi tempat kita bekerja, sholat, makan, tidur, bekerja, sholat, makan, dan sampai tidur lagi. Beginilah penampakan-penampakannya.



Bro Alfa sedang ngerjain Voltron tuh
Nah, Papillon Studio juga semakin giat menelurkan banyak karya.
Bisa dilihat sebagian komik  yang telah diterbitkan :

Pasti kalian-kalian sudah tau dengan yang satu ini, yap, komik Voltron Force dan Monsuno, yang juga telah dibikin animasinya.

Papillon Studio mendapatkan proyek-proyek komik itu dari Viz Media, USA.
Mereka juga mengirimi kita merchandise serta toys-nya juga loh…keren-keren pastinya!
Lalu juga ada komik  Max Steel,  yang juga telah  dibikin  film nya di  tahun 2016 ini. Jika kalian sudah nonton filmnya tapi belum baca komiknya, main aja deh ke Papillon Studio buat baca-baca komik nya .

        


Selain project komik luar negeri, kita juga ada proyek membuat majalah  komik  berkerja sama dengan Universitas Dian Nuswantoro Semarang, melalui Dinus  Kreatif.  Nama majalah komik nya adalah “Rames”, inilah gado-gado komik ala shonen jump.


         

Papillon Studio juga mulai mengembangkan 2 IP (Intelectual Property), apa sajakah itu ?
Tetereet…tereetttt…..!

Yang pertama adalah, Web Comic/Print Comic  Mak Irits.

Pasti udah pada tahu kan yang ini, yap komik Mak Irits bertemakan slice of life yang  bercerita tentang emak-emak yang punya visi selalu irit/hemat dan nggak mau ribet… Persis seperti creatornya, wkwkwk! .
Kalian bisa baca komiknya di webtoon chalenge disini, jangan lupa klik "favorit" ya.

Nah yang kedua ada  Mada, komik ber-genre action dengan nuansa penuh dengan budaya Indonesia .
                             
 
Komik ini bercerita tentang  Mada dengan teman-temannya yang berasal dari bermacam-macam etnik, mulai si Edo dari Papua, Yudha dari Bali, Cecep dari Sunda, dan Nuraini dari Padang  serta dari tempat-tempat lain di Nusantara; berkelana dengan mengemban misi mulia demi keselamatan dan kejayaan negeri.
Kalian  bisa baca komik  Mada ini  di Webtoon Challenge disini, jangan lupa juga klik "favorit" .

5.2016- sekarang
Nah, ini dia tempat singgah paling baru dari sang Kupu-kupu.
Pada bulan Maret 2016 akhirnya Papillon Studio tercapai cita-citanya untuk mempunyai  studio yang lebih strategis, yaitu di Jl Raya Klipang Golf View Ruko no B3 yang terdiri dari 2 lantai.

Bukan, ini bukan warnet, ini Papillon Studio tampak depan.
Alhamdulillah, masih banyak juga proyek kita di tahun iniOiya, saat ini Papillon Studio juga mulai mengembangkan divisi animasinya lho, mohon do’anya ya.
Insya Allah, setelah dikabulkan untuk  membeli ruko  yang sangat strategis ini, untuk kedepannya Papilon Studio mempunyai keinginan bisa  memperbesar dan mengembangkan studio ini ke arah yang lebih baik lagi.



Gambar di atas adalah  penampakan di dalam studio.


Cukup sekian dulu cerita tentang perjalanan Papillon Studio hingga saat ini.
Sebenarnya masih banyak kok yang bisa diceritakan, tapi bakal panjang dan takutnya kalian jadi bosan .
Mungkin juga suatu saat, Insya Allah, perjalanan Papillon Studio ini bisa dibikin buku atau film dokumenter nya nih, siapa tahu ‘kan?!
Terimakasih terkhusus untuk Allah SWT yang maha segalanyapara sahabat dan  kolega, serta para klien Papillon Studio yang telah setia  mendukung kami hingga sampai tahap seperti sekarang ini.  
Mudah-mudahan yang terbaik untuk kalian dan kita semua, amin!

Eitsss, jangan lupa juga like Facebook Mak Irits dan Si Mada ya, biar selalu dapet informasi keren dari keduanya.




Friday, October 28, 2016

Workshop Membuat Komik Bersama Papillon Studio

Halo, Papillon Studio baru saja ngadain workshop membuat komik loh. Tepatnya tanggal 17-22 Oktober kemarin,bertempat di gedung Pramuka lt.4. Dengan tema acara Pelatihan Industri Telematika bidang Komik Digital, workshop membuat komik kali ini bekerjasama dengan DiNPERINDAG Jateng.

Kegiatan seperti ini bisa dibilang termasuk langka di kota Semarang. Kenapa? Karena dalam workshop kemarin, para peserta bisa mempelajari tahap-tahap membuat komik secara lengkap dalam satu paket pelatihan/workshop. Mulai dari mengolah ide, merancang karakter, membuat cerita pada karakter,mewarnai secara digital hingga selesai menjadi komik. Bahkan, ini merupakan workshop terlama yang pernah diikuti oleh Tim Papillon Studio

Di hari pertama, sebagai pemateri adalah Hanri. Ia menjelaskan tentang membuat komik secara umum,yaitu bagaimana bertutur/ bercerita menggunakan media komik. Sebagai contohnya yaitu karakter Mada yang saat ini sedang dikembangkan  oleh Papillon Studio. Komik Mada yang sedang digarap Papillon Studio ini terbit secara online di Webtoon . Selain itu komik stripnya juga tayang di Facebook Mada Comic dan Instagram @MADACOMIC

Kemudian di hari kedua ada Alfa Robbi yang mengisi tentang materi tentang cara merancang karakter/tokoh komik. Alfa juga memberikan demo menggunakan pen tablet untuk mendesain karakter secara digital. Para peserta pun bisa langsung praktek juga. Nah,khusus untuk acara workshop kemarin, masing-masing peserta mendapatkan pinjaman pen tablet intuos secara gratis.
Tak lupa juga, peserta pun mulai merancang tokohnya masing-masing untuk nantinya dibuat komik. Dan di akhir waktu sesi membuat desain karakter, beberapa peserta  juga mendapat kesempatan untuk presentasi desain karakternya.

Selanjutnya, pada hari ke-3 ada Anang Setyawan yang hadir untuk mengisi materi tentang pewarnaan digital.Oh ya, pewarnaan digital di Papillon Studio telah di kategorikan menjadi 3 jenis yaitu underline shading, underline painting, dan overpaint. Sedangkan materi yang disampaikan oleh Anang adalah underline shading. Ia juga memberikan teknik-teknik pewarnaan flat sebagai bagian dari langkah-langkah untuk mewarnai gambar ilustrasi karakter, komik, dan lain-lain.

Kemudian pada hari ke-4,  Hanri kembali menjadi pemateri hingga hari terakhir.Menurut ketua Papillon studio tersebut, para peserta terlihat sangat senang  dan bersemangat mengikuti workshop. Meskipun pesertanya berbeda umur dan jenjang pendidikan, namun antusias mereka sama-sama tinggi. Peserta termudanya adalah siswa SMP, namun ada juga yang SMA hingga mahasiswa DKV.

Sebagai praktisi dalam bidang ilustrasi komik, Hanri berharap kegiatan ini tidak berhenti di acara workshop saja. Namun setelah workshop para peserta dapat saling tetap berteman dan menjalin persaudaraan. Caranya dengan membuat komunitas baru. Komunitas yang memiliki semangat untuk bersama mengembangkan dan mendukung komik-komik lokal sebagai gerakan untuk menuju industri kreatif di Indonesia.