Friday, December 14, 2018

Benarkah Mamanya Diah Menjelma Jadi Buaya? Daripada Kepo, Scroll Up Aja Kuy..


Mayoritas para pembaca setia webtoon SING BAHU REKSO pada episode ke-48 ini dibuat penasaran alias kepo dengan penamaan buaya muara raksasa oleh sang pemiliknya, yakni dr. Wibisono, dengan sebutan Mama. Tapi benarkah nama Mama yang disematkan oleh dr. Wibisono ke binatang peliharaannya itu juga merujuk pada istrinya yang juga ibu kandung Diah?

Dalam episode berjudul “Terpaksa” ini, para pembaca setia webtoon SING BAHU REKSO banyak yang terpelintir dengan pernyataan dari dokter kandungan tersebut. Para pembaca mengira bahwa Rekso adalah jelmaan dari ibunya Diah dan sebaliknya. Berikut beberapa petikan komentar kepo tentang ibunya Diah itu jelmaan buaya atau bukan.


X Zan : “Dia bukan rekso.. Tapi mama' ? situ sehat?
PutriVia AdhyaGarini : “Mama? Rekso bukan mamanya Diah yg berubah jadi buaya kan?
Ningrum Sari Mulyani : “Diah lg mimpi ama buaya...jadi itu buaya bundanya Diah apa bukan siih... kepo jdinya”
Widya Astuningtias : “Apa jangan-jangan Rekso itu beneran mamanya diah ya???kok mimpinya d air gitu ya..”
Mamank Yogi : “Rekso adalah mama, pantas Diah seperti memiliki ikatan dengan rekso”
IRKHAM MUHAMMAD F : “Aku dah tau pasti buaya itu ibunya Diah dan buktinya dokter Wibi bilang buaya itu namanya mama. dan pasti buaya itu akan menjadi baik dan berpihak ke Parlan
putri shinta : “Jadi buaya rekso itu mamanya diahh???”
Asnay : “Kok mama nya Diah malah jadi keliatan seremb”
Evanadwis : “Nama buaya itu bukan ''Rekso'' tapi "Mama" apakah ini pertanda buaya itu ibunya Diah?”
Merita Ningrum : “Sedikit terjawab, mungkin benar "rekso" adalah ibunya Diah?”
Nofi Wulandari : “Mamaku adalah buaya piaraanku”

Bila pembaca teliti dan mau menengok sejenak ke beberapa episode webtoon SING BAHU REKSO sebelumnya, tentu teka-teki dari buaya yang diberi nama Mama, ini akan terang dan jelas. Penamaan Mama ke buaya tersebut bermula dari misteri hilangnya istri dr. Anggoro Wibisono di sebuah kolam renang belakang rumahnya. Hingga kini misteri tersebut belum terungkap. (Lihat : webtoon SING BAHU REKSO Episode ke-15 “Firasat”).


Dalam episode “Firasat”, Diah tertidur di mobil dan bermimpi. Mimpinya itu membawanya pada kenangan masa lalu dimana sang bunda hilang begitu saja bak ditelan bumi.





Nah, di webtoon SING BAHU REKSO Episode ke-24 berjudul“Terungkap”, baru benar-benar jelas bahwa buaya yang dipelihara oleh dr. Wibisono diberi nama Mama. Dan dr. Wibisono mulai hari itu meminta kepada Diah untuk memanggil buaya muara tersebut dengan sebutan Mama.

Masih penasaran dengan kisah webtoon SING BAHU REKSO besutan Papillon Studio Semarang? Tunggu aja update-nya setiap Rabu ya, genks...!

Thursday, December 13, 2018

Strategi Menjebol Lab SBR (Sinopsis SING BAHU REKSO Episode ke-48)


Episode webtoon SING BAHU REKSO kali ini dijamin benar-benar bikin otak berputar sekaligus penasaran maksimal. Bagaimana tidak, lha wong sejak panel pertama pembaca webtoon SING BAHU REKSO sudah diajak menimbang-nimbang tentang siapa pemilik cincin misterius yang ditemukan oleh Parlan di sarang buaya di rumah dr. Wibi.


Dalam episode ini, pihak kepolisian juga masih sibuk mencari di mana pun keberadaan dr. Wibi ke setiap sudut Kota Semarang. Ayah Diah tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Dia diduga sebagai satu-satunya orang yang harus bertaggung jawab atas tragedi berdarah di Polder Tawang, Semarang. Lalu ke manakah dr. Wibi pergi menyelamatkan diri?


Di pertengahan cerita, pembaca juga bakal disuguhi kopi dan pisang goreng adegan di mana Erika, rekan Parlan, sedang membangun sebuah strategi untuk mengungkap kejahatan Pak Sadewo. Bersama Parlan dan timnya, cewek berambut cepak ini tengah mempersiapkan pola serangan agar dapat menjebol pertahanan markas sekaligus laboratorium Semarang Biological Research (SBR) di Hutan Tinjumoyo, Semarang, milik Pak Sadewo.





Lalu bagaimana nasib Diah, anak dr. Wibi, yang selama ini masih diculik oleh para ilmuwan di SBR sebagai subjek penelitian? Tak lupa, ke manakah perginya Rekso, si buaya muara raksasa, setelah ngamuk dan menelan puluhan korban jiwa dalam tragedi mematikan di Polder Tawang?

Saksikan kisah selengkapnya hanya di webtoon SING BAHU REKSO produksi Papillon Studio Semarang.

Friday, December 07, 2018

Ini Komentar Para Pecinta Webtoon Sing Bahu Rekso yang Salah Fokus dengan Bodi Sexy Parlan Saat Mandi


Memiliki bentuk tubuh yang ideal adalah dambaan setiap orang. Bagi kaum adam, memiliki bodi yang proporsonal adalah sebuah cita-cita, seperti dada yang bidang, perut sixpack, otot tangan yang kekar dan sebagainya. Tubuh lelaki yang seperti itu juga lebih disukai kaum hawa ketimbang lelaki dengan perut buncit dan tidak berotot.

Nah, di webtoon Sing Bahu Rekso edisi ke-47 yang sudah terbit Rabu (5/12) lalu, juga menampilkan beberapa panel adegan di mana Parlan, sang penakluk hati perempuan buaya ganas dari Semarang, sedang mandi. Dalam panel tersebut Parlan ditampilkan bertelanjang dada dan seluruh tubuhnya basah kuyup. Tak pelak, gambar tubuh berotot Parlan pun mendapatkan sorotan dan beragam komentar dari para pembaca setia webtoon Sing Bahu Rekso.

Para pecinta komik webtoon Sing Bahu Rekso ternyata banyak yang salah fokus dengan tubuh parlan yang terlihat sexy itu. Mereka terkesima ketika melihat panel adegan Parlan, si pemburu Rekso, sedang mandi. Dalam cerita terebut, Parlan memang harus mandi karena badannya penuh dengan dosa lumpur dan kotoran yang berasal dari sarang Rekso yang tak lain adalah seokor buaya muara raksasa.

“Gila postur tubuh Parlan. Gagah banget cuy,” komentar Aschelia Wice Vatar, salah satu pembaca setia webtoon Sing Bahu Rekso. Hal senada juga diungkapkan Tiara Aprilia, yang mengatakan bahwa Parlan jadi badass pas mandi.


Beberapa komentar yang mampir di webtoon Sing BahuRekso episode ke-47 ini pun secara tidak langsung ingin melihat secara gamblang tubuh sexy Parlan pada edisi berikutnya, khususnya pada bagian perut Parlan yang sixpack. Bahkan mereka ada yang mengibaratkan perut sixpack milik Parlan tersebut dengan roti sobek.

Rizkiseptia: “Parlan = roti sobek rasa mocca.”
Siti Nabilah: “Kasian Parlan mandinya harus menunggu selama 1 minggu, ntar roti sobeknya lembek looh.”
Taqin: “Sekian episode kejebak di selokan, sekalinya mandi dakinya Mas Parlan pada luntur.”
Faishaladh: “Kalo mandi jangan lama2 Parlan.. ntar yang lain pikirannya kemana-mana.”
yulhan1925: “Makin penasaran ini sama alur ceritanya. Parlan kok lebih kece pas rambutnya basah ke bawah kena air ya.”

So, apakah kamu termasuk orang yang penasaran dengan bagaimana kisah Parlan selanjutnya dalam menaklukkan buaya muara raksasa bernama Rekso? Jangan lupa untuk selalu simak webtoon Sing Bahu Rekso pada episode-episode berikutnya setiap Rabu, ya. Salam Papillonia.

Misteri Cincin di Sarang Buaya (Sinopsis Webtoon "SING BAHU REKSO" Episode ke-47)


Satu per satu warga Kota Semarang membuat aksi bela sungkawa bagi para korban yang meninggal dunia akibat tragedi keganasan Rekso, si buaya muara, yang ngamuk di Stasiun Tawang dan Polder Tawang, Semarang. Warga juga mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap buaya raksasa tersebut dan memenjarakan pemeliharanya.


Sementara di lain tempat, Pak Sadewo ketar-ketir dengan desakan warga Kota Semarang tersebut. Karena itu, ia melemparkan siasat busuk dengan menjebloskan seseorang untuk dijadikan kambing hitam dan akhirnya mendekam di penjara. Siapa orang yang dijadikan kambing hitam oleh Pak Sadewo?


Lain lagi dengan Parlan. Seusai berhasil keluar dari sarang Rekso si buaya muara raksasa, ia mendapatkan satu petunjuk misterius berupa cincin, yang ia dapatkan di ‘rumah’ Rekso. Parlan belum mengetahui petunjuk itu akan menunjukkannya ke mana. Namun yang pasti, perburuan terhadap Rekso akan terus berlanjut. Selama Rekso belum berhasil ia taklukkan, hatinya masih Gelisah alias tidak tenang.

Baca kelanjutan cerita selengkapnya hanya di Line Webtoon “SING BAHU REKSO” rumah produksi komik Indonesia, Papillon Studio Semarang.

Monday, December 03, 2018

Wow! Ada Nissa Sabyan di Komik ‘Petak Umpet’ Papillon Studio?


Siapa sih yang nggak kenal dengan Nissa Sabyan? Yup, hampir semua orang, terutama kaum millenial, mengenal gadis berjilbab ini. Setidaknya mereka mengenal Nissa melalui kanal youtube, media sosial maupun berita hiburan di televisi. Namanya melambung sejak menjadi vokalis grup musik gambus Sabyan, beberapa tahun belakangan.

instagram.com/nissa_sabyan

Jamak orang mengagumi gadis bernama asli Khoirunnisa ini karena memang selain berparas ayu, Nissa juga memiliki talenta bersuara merdu. Simak saja lagu-lagu religi yang dibawakannya bersama grup musik gambus Sabyan. Di tangan Nissa, lagu berbahasa arab seperti Deen Assalam, Ya Jamalu, Ya Maulana, Ya Habibal Qolbi, Ya Asyiqol Musthofa, dan sebagainya menjadi hits dan viral di media sosial.

Lalu bagaimana ceritanya si Nissa Sabyan ini bisa muncul di salah satu panel komik kompilasi Nightmare line Webtoon berjudul Petak Umpet besutan Papillon Studio? Usut punya usut, ternyata nama Nissa Sabyan bisa muncul di Line Webtoon Petak Umpet tak lain karena banyaknya komentar dari pembaca di webtoon yang mengira bahwa si pengarang cerita Petak Umpet mirip dengan Nissa Sabyan.


Wajah si pengarang yang mirip dengan Nissa Sabyan itu adalah Dewanti Oihuw. Gambar gadis berjilbab dan berkacamata ini memang terpasang di panel terakhir komik Petak Umpet. “Mantap, komikusnya di panel terakhir ku kira Kak Nissa Sabyan,” begitu tulis Aznil Rifiandolfiki, salah satu pembaca webtoon yang kolom komentarnya diberi label Best.


Ternyata bukan hanya Aznil Rifiandolfiki yang berpikiran si Dewanti Oihuw ini mirip dengan Nissa Sabyan. Ada puluhan komentar yang mampir di beranda bawah webtoon Petak Umpet yang mengungkapkan hal senada. Berikut ini beberapa komentar tersebut:

Ernest: “Kukira ku melihat Nissa Sabyan atau emang beneran Nissa Sabyan?”

Rizki_NF: “Gua kira authornya Nissa Sabyan, pas di panel akhir, terus bakal ada intro hmmmm. hmmm. Hmmmmm.”

Sya: “Duh terakhirnya bikin seneng bukan serem, elok sangat.”

Muhammad Ahlun III: “Pas liat yang terakhir malah liat yang bening.”

Sulis: “Yang buat ceritanya cakep² semua tapi kok sadis² semua ya buat ceritanya.”

Teamsetan: “Pacarku di panel akhir.”

Oci Fahrurrozy: “Ok fix gw suka ama yg di slide terakhir.”

Aku Tak Tauu: “Gw malah kaget pas liat foto paling bawah tapi cantik pisan yg ngarang ceritane.”

TukangBatagor: “Aku syok panel terakhir ada bidadari.”

Faddley_Q: “Lebih kaget panel terakhir...kirain serem ternyata kawaii.”

horror movie: “Pengarangnya cantik,, salam sama penggagas cerita horrornya... sumpah ceritanya keren dan menarik.”


Lalu bagaimanakah sosok Dewanti Oihuw ini? Tidak banyak orang yang tahu tentang sosok Dewanti ini. Ada orang yang beranggapan bahwa Dewanti adalah salah satu bagian dari kru Papillon Studio. Namun faktanya Dewanti bukanlah kru Papillon Studio. Yang Paps tahu, Dewanti ini adalah salah satu pembaca komik di webtoon sekaligus salah satu pemenang sayembara komik kompilasi Nightmare yang diselenggarakan oleh editor Webtoon.

Komik Petak Umpet merupakan karya kolaborasi antara Dewanti yang memberikan ide cerita atau kisah, dengan Papillon Studio sebagai pihak webtoonist resmi yang membuat artwotk komik tersebut. Dari ribuan cerita horor yang mampir di meja editor Webtoon, akhirnya Paps memilih Petak Umpet untuk dibuatkan komik. Paps memilih Petak Umpet karena kisah yang dibuat oleh Dewanti ini simpel, unsur horrornya dapet banget, dan langsung ngena.

Buat Papillonia yang masih penasaran dengan komik kolaborasi ini, yuk langsung klik saja komik webtoon Petak Umpet. Jangan lupa like, komen dan share, ya.