Friday, December 07, 2018

Ini Komentar Para Pecinta Webtoon Sing Bahu Rekso yang Salah Fokus dengan Bodi Sexy Parlan Saat Mandi


Memiliki bentuk tubuh yang ideal adalah dambaan setiap orang. Bagi kaum adam, memiliki bodi yang proporsonal adalah sebuah cita-cita, seperti dada yang bidang, perut sixpack, otot tangan yang kekar dan sebagainya. Tubuh lelaki yang seperti itu juga lebih disukai kaum hawa ketimbang lelaki dengan perut buncit dan tidak berotot.

Nah, di webtoon Sing Bahu Rekso edisi ke-47 yang sudah terbit Rabu (5/12) lalu, juga menampilkan beberapa panel adegan di mana Parlan, sang penakluk hati perempuan buaya ganas dari Semarang, sedang mandi. Dalam panel tersebut Parlan ditampilkan bertelanjang dada dan seluruh tubuhnya basah kuyup. Tak pelak, gambar tubuh berotot Parlan pun mendapatkan sorotan dan beragam komentar dari para pembaca setia webtoon Sing Bahu Rekso.

Para pecinta komik webtoon Sing Bahu Rekso ternyata banyak yang salah fokus dengan tubuh parlan yang terlihat sexy itu. Mereka terkesima ketika melihat panel adegan Parlan, si pemburu Rekso, sedang mandi. Dalam cerita terebut, Parlan memang harus mandi karena badannya penuh dengan dosa lumpur dan kotoran yang berasal dari sarang Rekso yang tak lain adalah seokor buaya muara raksasa.

“Gila postur tubuh Parlan. Gagah banget cuy,” komentar Aschelia Wice Vatar, salah satu pembaca setia webtoon Sing Bahu Rekso. Hal senada juga diungkapkan Tiara Aprilia, yang mengatakan bahwa Parlan jadi badass pas mandi.


Beberapa komentar yang mampir di webtoon Sing BahuRekso episode ke-47 ini pun secara tidak langsung ingin melihat secara gamblang tubuh sexy Parlan pada edisi berikutnya, khususnya pada bagian perut Parlan yang sixpack. Bahkan mereka ada yang mengibaratkan perut sixpack milik Parlan tersebut dengan roti sobek.

Rizkiseptia: “Parlan = roti sobek rasa mocca.”
Siti Nabilah: “Kasian Parlan mandinya harus menunggu selama 1 minggu, ntar roti sobeknya lembek looh.”
Taqin: “Sekian episode kejebak di selokan, sekalinya mandi dakinya Mas Parlan pada luntur.”
Faishaladh: “Kalo mandi jangan lama2 Parlan.. ntar yang lain pikirannya kemana-mana.”
yulhan1925: “Makin penasaran ini sama alur ceritanya. Parlan kok lebih kece pas rambutnya basah ke bawah kena air ya.”

So, apakah kamu termasuk orang yang penasaran dengan bagaimana kisah Parlan selanjutnya dalam menaklukkan buaya muara raksasa bernama Rekso? Jangan lupa untuk selalu simak webtoon Sing Bahu Rekso pada episode-episode berikutnya setiap Rabu, ya. Salam Papillonia.

Misteri Cincin di Sarang Buaya (Sinopsis Webtoon "SING BAHU REKSO" Episode ke-47)


Satu per satu warga Kota Semarang membuat aksi bela sungkawa bagi para korban yang meninggal dunia akibat tragedi keganasan Rekso, si buaya muara, yang ngamuk di Stasiun Tawang dan Polder Tawang, Semarang. Warga juga mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap buaya raksasa tersebut dan memenjarakan pemeliharanya.


Sementara di lain tempat, Pak Sadewo ketar-ketir dengan desakan warga Kota Semarang tersebut. Karena itu, ia melemparkan siasat busuk dengan menjebloskan seseorang untuk dijadikan kambing hitam dan akhirnya mendekam di penjara. Siapa orang yang dijadikan kambing hitam oleh Pak Sadewo?


Lain lagi dengan Parlan. Seusai berhasil keluar dari sarang Rekso si buaya muara raksasa, ia mendapatkan satu petunjuk misterius berupa cincin, yang ia dapatkan di ‘rumah’ Rekso. Parlan belum mengetahui petunjuk itu akan menunjukkannya ke mana. Namun yang pasti, perburuan terhadap Rekso akan terus berlanjut. Selama Rekso belum berhasil ia taklukkan, hatinya masih Gelisah alias tidak tenang.

Baca kelanjutan cerita selengkapnya hanya di Line Webtoon “SING BAHU REKSO” rumah produksi komik Indonesia, Papillon Studio Semarang.