Monday, May 06, 2019

KELUARGA KECIL PENGAJAK KEBAIKAN

Satu lagi komik islami yang kudu banget menjadi koleksi di rak buku kamu. Komik apa lagi k​​alau bukan PENGEN JADI BAIK. Yak, sesederhana judulnya, setiap panel dalam buku ini hanya memuat ajakan menuju kebaikan.

Ajakan apa aja sih yang ada di buku komik ini? Ya banyaklah. Satu per satu setiap bab dalam komik ini mengajak kita para pembaca untuk selalu berbuat baik. Semua ajakan tersebut diceritakan dengan sangat sederhana dengan lingkup sebuah keluarga.

Si penulis komik ini, Squ, sepertinya ingin mengajak para pembaca muslim untuk memulai sebuah ajakan kebaikan mulai dari lingkup terkecil komunitas terdekat kita, yakni keluarga.

Dikisahkan seorang kepala keluarga bernama Abah, tengah dipindahtugaskan ke kampung lamanannya di Jawa Timur. Singkat cerita, Abah mengajak serta istri dan anaknya yang bernama Kevin untuk pindah ke kota tersebut.

Selama setiap penggal perjalanan ke Jawa Timur, Abah selalu mengajarkan Kevin tentang nilai-nilai keislaman. Misalnya saat Kevin hendak buru-buru mau pipis, Abah mengingatkan kepada anaknya untuk selalu berdoa sebelum masuk WC walaupun sedang kebelet pipis. Di lain kesempatan, keluarga kecil tersebut juga membahas tentang pentingnya menjaga kebersihan dari najis, yang dibalut dalam sebuah percakapan antara si Abah dan Umi (ibu Kevin). 

Squ menilai selama ini banyak orang yang abai tentang najis karena sejak kecil mereka jarang diajari oleh orangtua mereka tentang efek najis ini. Sedikit saja pakaian atau tubuh kita terkena najis, maka tidak akan sah ibadah shalat kita.

Menariknya, komik dual tone hitam putih ini juga mengisahkan tentang trik bagi para orangtua agar anak-anaknya mau shalat berjamaah ke masjid. Squ juga menceritakan trik bagaimana mengajak para orangtua yang malas menjadi rajin sholat berjamaah di masjid, tanpa bermaksud menggurui.

Lebih dari 20 halaman Squ membahas tentang ajakan sholat ini, mulai dari rukun-rukun wudhu yang sesuai sunnah, serta bagaimana memotivasi anak-anak agar mau mencintai masjid.

Berakhlak terhadap tetangga juga dibahas dalam komik lebih dari 150 halaman ini. Kendati tetangga tersebut sempat berbuat tidak baik kepada kita, kita tak perlu membalasnya dengan kejahatan serupa atau lebih kejam. Cukup dibalas dengan kebaikan saja, maka nanti akan menuai kebaikan pula.


Tanpa basa-basi, komik ini juga secara gamblang mengajak kita untuk bersedekah dengan sedekah paling ringan, yakni menebar salam dan senyuman. Dalam komik bergenre islami ini juga mengisahkan capeknya kerja Abah seharian sebagai seorang sales. Penolakan demi penolakan Abah terima dengan lapang dada. Namun ketika ada satu keluarga yang membalas dengan senyuman saja, Abah bisa sangat lega, seolah capek kerja seharian pun sirna begitu saja.

Komik yang diterbitkan oleh Wake Up Early ini diakhiri dengan cerita kepindahan Abah dan keluarganya kembali ke Jakarta. Maka keluarga kecil ini pun harus menyesuaikan lagi dengan lingkungan masyarakat tempat tinggalnya. Dan yang pasti, hidup di Ibukota berarti harus berjibaku dengan kemacetan dan banjir. Namun bukan itu yang menarik dalam komik ini, tapi bagaimana Abah dan keluarganya dengan sabar menghadapi kerasnya kehidupan Jakarta.

Squ sepertinya juga menyelipkan pengalaman pribadinya saat masih kerja kantoran dalam kemasan komik strip 3-7 panel dalam satu halaman. Selipan yang bisa dibilang sebagai hiatus ini berbumbu cerita konyol yang sepertinya dialami oleh si penulis. 

Komik PENGEN JADI BAIK ini menyajikan 32 judul tema yang sangat menarik untuk dibahas. Pembaca juga nggak perlu repot-repot mencari dalil atau dasar mengenai amalan ibadah maupun muamalah yang sedang diceritakan dalam komik ini, sebab secara lengkap Squ selalu menyertakannya di akhir cerita komik.

Tuesday, April 23, 2019

JENAKA, PENUH DRAMA & SARAT MAKNA


Bedah komik PEJUANG LIBURAN

Ngobrolin tentang komik dengan konten islami, tentu tak afdol bila tidak menyentil karya-karya dari Mas Tony Trax. Ya, tak salah lagi, beliau adalah author dari komik seri Real Masjid. Dan komik yang akan kita bedah kali ini adalah seri ke-7 dari komik Real Masjid yang berjudul PEJUANG LIBURAN.

Ada banyak banget pelajaran yang dapat kita petik dari membaca komik PEJUANG LIBURAN. Dan beberapa pesan yang terkandung dalam cerita ini cenderung tidak menggurui, tapi kalau dicerna lebih dalam sebetulnya isinya bisa sampe nusuk ke ulu hati. Atau bahasa kerennya kita jadi ikut kesindir karena beberapa penggal ceritanya tak jauh-jauh dari kehidupan sehari-hari orang islam.


Komik ini sebenarnya bercerita tentang petualangan tiga remaja yakni Ibro, Bimbom dan Pepi saat mengisi liburan sekolah mereka dengan berkunjung ke rumah Pak Richard di Kaliurang, Sleman, Jogjakarta. Dalam perjalanan menuju liburan, mereka justru dihadang berbagai masalah. Dan tak sengaja mereka terlibat dalam aksi para penjahat yang tergabung dalam komplotan “Black Cat Death”.

Komplotan ini adalah para penjahat yang khusus menjual kunci jawaban soal-soal ujian nasional (UN) kepada siapa pun yang mau membayar mahal demi kelulusan anaknya. Alkisah, saat berada di dalam gerbong kereta api, tas milik Pepi dicuri orang. Di dalam tas tersebut terdapat HP yang setiap jam 3 pagi alarm nya berbunyi untuk membangunkan shalat tahajjud. Tahu apa yang mereka lakukan untuk menemukan tas Pepi? Mereka cukup menunggu hingga pukul 3 pagi untuk mendengarkan alarm yag berbunyi dari dalam tas Pepi. Akhirnya ketiganya pun berhasil menemukan tas dan menangkap pencurinya hanya dengan mencari sumber bunyi alarm HP tersebut.


Tak disangka, pencuri di kereta tersebut ternyata adalah anggota komplotan Black Cat Death. Sejak saat itu, liburan ketiganya pun menjadi mimpi buruk karena mereka menjadi buruan para penjahat yang ingin balas dendam karena telah memenjarakan rekannya.  Liburan mereka pun jadi tambah runyam dengan datangnya Acheng yang “ahli hisap” alias perokok berat.

Mas Tony memang lihai banget mengemas sebuah pesan islami dalam balutan sebuah cerita. Banyak banget hal yang ia sentil dalam komik ini, sehingga membuat orang berpikir ulang apakah hal ini dan hal itu sudah sesuai dengan nilai islam?


Di halaman 12 misalnya, ia menyentil tentang kriteria seorang imam sholat. Ada juga tentang orang islam yang sering tidur ketika jumatan, dunia perdukunan dan kemusrikan, pentingnya sholat fardhu walaupun dalam kondisi kepepet dan sebagainya. Dan semua tema keislaman tersebut disajikan secara jenaka sehingga terkesan tak menasihati  bagi orang yang membacanya.


Meskiipun tidak secara terang-terangan komik ini bertabur ayat Al Quran atau hadits nabi, tapi dalam setiap penggal cerita selalu ada nilai-nilai islami yang menjadi bumbu. Komik ini bisa bikin pembacanya tertawa, tegang karena dramanya, sekaligus mengernyitkan dahi lantaran pesan yang ingin disampaikan di komik ini.

Secara fisik, komik seri ke-7 ini benar-benar memanjakan mata pembacanya, sebab ke-54 halamannya dibuat full color dengan jenis kertas art carton yang halus, licin dan mengilap. Komik ini juga cocok sebagai bacaan bagi anak kecil yang masih belajar membaca maupun orang dewasa. Meskipun dalam komik ini terdapat para karakter antagonis penjahat, namun tak ada adegan kekerasan dalam kisahnya. Komik ini juga jauh dari visual yang mengumbar aurat.

Friday, April 05, 2019

Bagaimana Mengembangkan IP Jadi Pundi-Pundi Rupiah?


Ilustrator Papillon Studio Semarang

Awal April lalu, saya bicara di hadapan beberapa mahasiswa UniverstasDian Nuswantoro (Udinus) Semarang dalam sebuah diskusi ringan mengenai pengembangan sebuah intangible product (IP) untuk bisnis, di Rumah Kreatif BUMNSemarang.


Sebagai permulaan, saya tanya ke beberapa mahasiswa apa itu IP. Ternyata mereka banyak yang belum mengetahui apa itu IP. Mereka justru tanya balik ke saya. Lalu saya jelaskan dengan sebuah contoh IP milik PapillonStudio, yakni komik Mada, Mak Irits dan Sing Bahu Rekso. Baru mereka ngeh soal istilah IP.

Jamak orang mengartikan bahwa IP itu adalah sebuah produk yang diciptakan oleh manusia namun produk tersebut tidak bisa diraba karena wujudnya digital. Tapi IP ini dapat memberikan nilai tambah pada sebuah produk atau konten tertentu sehingga manusia dapat memanfaatkannya untuk kepentingan tertentu. Nah, soal kepentingan inilah yang mau saya bahas dalam diskusi tersebut.


Pengembangan IP, kalau menurut saya, ke depan harus lebih memberikan peningkatan market opportunity dalam sebuah produk bisnis. Saya melihat IP ini akan memiliki andil dalam menambah market. Terlebih lagi di Indonesia, yang sepengetahuan saya, belum banyak dunia bisnis yang memanfaatkan IP sebagai nilai tambah (add value) pada produk mereka. Loh berarti ini pasar yang sangat menggiurkan dong untuk digarap? Yup, sangat-sangat berpotensi besar untuk digarap, gaes!

Misalnya nih, sebuah IP bisa masuk ke industri makanan, kuliner, pakaian, mainan, games aplikasi, boardgame, dan manufaktur lain. Nah IP ini bisa menjadi nilai tambah pada produk-produk atau komoditas tersebut.

Misal produknya berupa pendidikan dan kebudayaan. Maka IP bisa dikreasi dalam berbagai bentuk seperti komik atau animasi. Nilai-nilai fikih islam, seperti bagaimana cara berwudu yang benar, itu bisa dibikin animasi. Atau doa-doa yang mudah dihafal anak-anak, kayak doa mau tidur, doa mau makan, doa masuk kamar mandi, itu juga bisa dibuatkan dengan animasi. Kan asyik banget tuh, anak-anak suka animasi tapi dalam animasi tersebut kita berikan nilai-nilai yang terkandung dalam fikih islam. Khusus untuk IP ini target marketnya memang anak-anak.


Sebaliknya, ada juga IP yang justru bisa dikembangkan dan merambah ke bisnis. IP kartun Tayo, misalnya. Awalnya Tayo ini kan sebuah karakter yang dikreasi dalam bentuk kartun, lalu divalidasi melalui televisi nasional. Setelah IP itu tayang, maka banyak sekali produk turunannya, seperti mainan, kaos, kuliner dan sebagainya sehingga produk itu bisa dipasarkan secara luas. Sama halnya dengan Doraemon, Mickey Mouse, Donald Duck dan sebagainya.

Sementara yang terbaru adalah IP yang dikembangkan untuk menunjang pariwisata di Indonesia. Lalu bagaimana bentuknya sebuah IP bisa membantu dunia pariwisata di Indonesia? Bayak banget! Kalau untuk pariwisata, ya kita bisa membuat story telling mengenai tempat pariwisata, misalnya menggali nilai sejarah dan nilai budayanya.

Salah satu destinasi wisata di Semarang, Sam Po Kong, kalau story telling-nya hanya diceritakan dalam bentuk buku, maka akan sangat membosakan bagi anak-anak, padahal mereka adalah pasar terbesar untuk industri pariwisata dan pendidikan. Lalu apa yang bisa menarik anak-anak agar ketika berkunjung ke Sam Po Kong mendapatkan pegalaman baru? Salah satunya yakni menawarkan story telling dalam bentuk animasi atau komik. Jadi animasi dan komiknya saja yang bercerita. Tentu ini akan menjadi pengalaman baru bagi mereka dan ketika berkunjung ke Sam Po Kong tidak sekadar berswa foto lalu diunggah ke media sosial.

Di negara lain udah ada yang berhasil mempromosikan pariwisata dengan cara seperti itu loh. Contohnya adalah British Museum di London, Inggris. Mereka telah menambah fasilitas berupa virtual reality (VR) bagi para pengunjung remaja dan dewasa. Para pengunjung diajak menjelajah menggunakan VR dan mereka dapat berinteraksi dengan karakter 3D yang telah dipindai pada perangkat VR tersebut. Jadi ketika pengunjung kelelahan mengelilingi museum atau lokasi wisata, mereka bisa singgah di sebuah ruangan dengan VR itu, dan mereka bisa bebas menjelajahi ruang-ruang yang cukup banyak dan besar tanpa harus mereka ke sana. Dan ternyata cara menjelajah museum dengan VR itu cukup berhasil mendongkrak kunjungan.


Selain VR, ada juga Museum Seni Metropolitan di Amerika Serikat yang menggunakan teknologi augmented reality (AR). Teknologi AR ini justru memungkinkan pengunjung bersentuhan langsung dengan gambar-gambar yang muncul dari sebuah kamera. Pengalaman yang seperti itulah yang akan memberikan feel yang berbeda kepada setiap pengunjung lokasi wisata.

Di akhir diskusi, satu persatu para mahasiswa yang terlibat dalam diskusi saya tanyai, IP apa yang akan mereka rencanakan untuk mereka buat? Ternyata mereka masih pada bingung akan membuat apa. Tapi saya yakin mereka kelak akan memiliki IP yang bukan sekadar mereka nikmati sendiri, tapi juga memberikan manfaat kepada banyak orang, meskipun bukan dalam waktu dekat ini. Semoga.

Friday, December 14, 2018

Benarkah Mamanya Diah Menjelma Jadi Buaya? Daripada Kepo, Scroll Up Aja Kuy..


Mayoritas para pembaca setia webtoon SING BAHU REKSO pada episode ke-48 ini dibuat penasaran alias kepo dengan penamaan buaya muara raksasa oleh sang pemiliknya, yakni dr. Wibisono, dengan sebutan Mama. Tapi benarkah nama Mama yang disematkan oleh dr. Wibisono ke binatang peliharaannya itu juga merujuk pada istrinya yang juga ibu kandung Diah?

Dalam episode berjudul “Terpaksa” ini, para pembaca setia webtoon SING BAHU REKSO banyak yang terpelintir dengan pernyataan dari dokter kandungan tersebut. Para pembaca mengira bahwa Rekso adalah jelmaan dari ibunya Diah dan sebaliknya. Berikut beberapa petikan komentar kepo tentang ibunya Diah itu jelmaan buaya atau bukan.


X Zan : “Dia bukan rekso.. Tapi mama' ? situ sehat?
PutriVia AdhyaGarini : “Mama? Rekso bukan mamanya Diah yg berubah jadi buaya kan?
Ningrum Sari Mulyani : “Diah lg mimpi ama buaya...jadi itu buaya bundanya Diah apa bukan siih... kepo jdinya”
Widya Astuningtias : “Apa jangan-jangan Rekso itu beneran mamanya diah ya???kok mimpinya d air gitu ya..”
Mamank Yogi : “Rekso adalah mama, pantas Diah seperti memiliki ikatan dengan rekso”
IRKHAM MUHAMMAD F : “Aku dah tau pasti buaya itu ibunya Diah dan buktinya dokter Wibi bilang buaya itu namanya mama. dan pasti buaya itu akan menjadi baik dan berpihak ke Parlan
putri shinta : “Jadi buaya rekso itu mamanya diahh???”
Asnay : “Kok mama nya Diah malah jadi keliatan seremb”
Evanadwis : “Nama buaya itu bukan ''Rekso'' tapi "Mama" apakah ini pertanda buaya itu ibunya Diah?”
Merita Ningrum : “Sedikit terjawab, mungkin benar "rekso" adalah ibunya Diah?”
Nofi Wulandari : “Mamaku adalah buaya piaraanku”

Bila pembaca teliti dan mau menengok sejenak ke beberapa episode webtoon SING BAHU REKSO sebelumnya, tentu teka-teki dari buaya yang diberi nama Mama, ini akan terang dan jelas. Penamaan Mama ke buaya tersebut bermula dari misteri hilangnya istri dr. Anggoro Wibisono di sebuah kolam renang belakang rumahnya. Hingga kini misteri tersebut belum terungkap. (Lihat : webtoon SING BAHU REKSO Episode ke-15 “Firasat”).


Dalam episode “Firasat”, Diah tertidur di mobil dan bermimpi. Mimpinya itu membawanya pada kenangan masa lalu dimana sang bunda hilang begitu saja bak ditelan bumi.





Nah, di webtoon SING BAHU REKSO Episode ke-24 berjudul“Terungkap”, baru benar-benar jelas bahwa buaya yang dipelihara oleh dr. Wibisono diberi nama Mama. Dan dr. Wibisono mulai hari itu meminta kepada Diah untuk memanggil buaya muara tersebut dengan sebutan Mama.

Masih penasaran dengan kisah webtoon SING BAHU REKSO besutan Papillon Studio Semarang? Tunggu aja update-nya setiap Rabu ya, genks...!

Thursday, December 13, 2018

Strategi Menjebol Lab SBR (Sinopsis SING BAHU REKSO Episode ke-48)


Episode webtoon SING BAHU REKSO kali ini dijamin benar-benar bikin otak berputar sekaligus penasaran maksimal. Bagaimana tidak, lha wong sejak panel pertama pembaca webtoon SING BAHU REKSO sudah diajak menimbang-nimbang tentang siapa pemilik cincin misterius yang ditemukan oleh Parlan di sarang buaya di rumah dr. Wibi.


Dalam episode ini, pihak kepolisian juga masih sibuk mencari di mana pun keberadaan dr. Wibi ke setiap sudut Kota Semarang. Ayah Diah tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Dia diduga sebagai satu-satunya orang yang harus bertaggung jawab atas tragedi berdarah di Polder Tawang, Semarang. Lalu ke manakah dr. Wibi pergi menyelamatkan diri?


Di pertengahan cerita, pembaca juga bakal disuguhi kopi dan pisang goreng adegan di mana Erika, rekan Parlan, sedang membangun sebuah strategi untuk mengungkap kejahatan Pak Sadewo. Bersama Parlan dan timnya, cewek berambut cepak ini tengah mempersiapkan pola serangan agar dapat menjebol pertahanan markas sekaligus laboratorium Semarang Biological Research (SBR) di Hutan Tinjumoyo, Semarang, milik Pak Sadewo.





Lalu bagaimana nasib Diah, anak dr. Wibi, yang selama ini masih diculik oleh para ilmuwan di SBR sebagai subjek penelitian? Tak lupa, ke manakah perginya Rekso, si buaya muara raksasa, setelah ngamuk dan menelan puluhan korban jiwa dalam tragedi mematikan di Polder Tawang?

Saksikan kisah selengkapnya hanya di webtoon SING BAHU REKSO produksi Papillon Studio Semarang.

Friday, December 07, 2018

Ini Komentar Para Pecinta Webtoon Sing Bahu Rekso yang Salah Fokus dengan Bodi Sexy Parlan Saat Mandi


Memiliki bentuk tubuh yang ideal adalah dambaan setiap orang. Bagi kaum adam, memiliki bodi yang proporsonal adalah sebuah cita-cita, seperti dada yang bidang, perut sixpack, otot tangan yang kekar dan sebagainya. Tubuh lelaki yang seperti itu juga lebih disukai kaum hawa ketimbang lelaki dengan perut buncit dan tidak berotot.

Nah, di webtoon Sing Bahu Rekso edisi ke-47 yang sudah terbit Rabu (5/12) lalu, juga menampilkan beberapa panel adegan di mana Parlan, sang penakluk hati perempuan buaya ganas dari Semarang, sedang mandi. Dalam panel tersebut Parlan ditampilkan bertelanjang dada dan seluruh tubuhnya basah kuyup. Tak pelak, gambar tubuh berotot Parlan pun mendapatkan sorotan dan beragam komentar dari para pembaca setia webtoon Sing Bahu Rekso.

Para pecinta komik webtoon Sing Bahu Rekso ternyata banyak yang salah fokus dengan tubuh parlan yang terlihat sexy itu. Mereka terkesima ketika melihat panel adegan Parlan, si pemburu Rekso, sedang mandi. Dalam cerita terebut, Parlan memang harus mandi karena badannya penuh dengan dosa lumpur dan kotoran yang berasal dari sarang Rekso yang tak lain adalah seokor buaya muara raksasa.

“Gila postur tubuh Parlan. Gagah banget cuy,” komentar Aschelia Wice Vatar, salah satu pembaca setia webtoon Sing Bahu Rekso. Hal senada juga diungkapkan Tiara Aprilia, yang mengatakan bahwa Parlan jadi badass pas mandi.


Beberapa komentar yang mampir di webtoon Sing BahuRekso episode ke-47 ini pun secara tidak langsung ingin melihat secara gamblang tubuh sexy Parlan pada edisi berikutnya, khususnya pada bagian perut Parlan yang sixpack. Bahkan mereka ada yang mengibaratkan perut sixpack milik Parlan tersebut dengan roti sobek.

Rizkiseptia: “Parlan = roti sobek rasa mocca.”
Siti Nabilah: “Kasian Parlan mandinya harus menunggu selama 1 minggu, ntar roti sobeknya lembek looh.”
Taqin: “Sekian episode kejebak di selokan, sekalinya mandi dakinya Mas Parlan pada luntur.”
Faishaladh: “Kalo mandi jangan lama2 Parlan.. ntar yang lain pikirannya kemana-mana.”
yulhan1925: “Makin penasaran ini sama alur ceritanya. Parlan kok lebih kece pas rambutnya basah ke bawah kena air ya.”

So, apakah kamu termasuk orang yang penasaran dengan bagaimana kisah Parlan selanjutnya dalam menaklukkan buaya muara raksasa bernama Rekso? Jangan lupa untuk selalu simak webtoon Sing Bahu Rekso pada episode-episode berikutnya setiap Rabu, ya. Salam Papillonia.