Monday, June 24, 2019

Ada Rahasia Apa Antara Wolverine dan Captain America Versi Komik?

Disney memang telah membeli lisensi dari Fox untuk hak film X-Men dan kini berada dalam Marvel Cinematic Universe. Di tengah kabar penayangan film 'X-Men: Dark Phoenix' yang tidak terlalu bagus, Marvel Comics justru merilis seri komik terbaru.

Dalam komik terbaru 'Wolverine&Captain America: Weapon Plus), ada hubungan rahasia antara Wolverine (Logan) dan Captain America (Steve Rogers). Ada apakah?


Mengutip dari detikHot, yang melansir dari Comicbook, diketahui Wolverine terlahir sebagai mutan dan diasah menjadi 'senjata hidup' oleh agen pemerintah. Mereka memanggilnya dengan sebutan Weapon X.

Ketika penulis Grant Morrison mengambil alih komik 'New X-Men' di awal 2000an, ia membuat pembaruan cemerlang kalau X di 'Weapon X' tidak merujuk pada X-Men tapi angka Romawi untuk 10. Wolverine diketahui sebagai usaha pemerintah ke-10 untuk membuat tentara super.

Captain America pun dikenal sebagai usaha pertama pemerintah yang berhasil dalam membuat tentara super. Dia pun dikenal sebagai Weapon I.

Di komik terbaru, pembaca akan mendapati angka-angka romawi. Di seri ini akan ada lebih banyak rahasia dan informasi yang terungkap tentang 'senjata hidup' yang dibuat oleh pemerintah tersebut.

"Akhirnya penulis komik mengungkap hubungan gelap antara Captain America, Wolverine, dan lebih banyak lagi tentara super di dunia. Ketika lebih banyak terungkap, satu pertanyaan muncul: Siapa yang menjadi 'senjata baru'?" ucap keterangan resmi Marvel Comics. 

Saturday, June 22, 2019

Ilustrasi Ini Ungkap Tentang Jokowi, dari Nama Mulyono hingga Presiden RI

Tanggal 21 Juni 2019 menjadi momen istimewa bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berulang tahun ke-58. Orang nomor satu di Indonesia itu lahir pada 21 Juni 1961 silam.

Akun Instagram @karyaadalahdoa pun mengapresiasi hari jadi Jokowi dengan sebuah ilustrasi. Karya tersebut menampilkan perjalanan Jokowi ketika muda baru lulis kuliah mengenakan toga.


Lalu gambar yang menampilkan sosok Jokowi muda yang gemar naik gunung, baru menjadi pengusaha dengan setelan jas, naik haji, menjadi Walikota Surakarta sampai Presiden Republik Indonesia.

"Lahir 21 Juni 1961, Mulyono kecil yang sakit-sakitan, kelak menjadi pemimpin negara besar yang membawa harapan segar. Lahir dari keturunan orang biasa, perjalanan karier seorang Joko Widodo benar-benar dirintis dengan kerja keras dari bawah," tulis Karya Adalah Doa, sebagaimana dilansir detikHOT, Jumat (21/6/2019).

"Kini di usia 58 tahun, Jokowi kembali terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia. Menjadi inspirasi bagi kita, bahwa dengan keuletan, optimisme, dan konsistensi, siapa saja bisa meraih cita-cita dan prestasi. Dirgahayu Pak @Jokowi semoga selalu diberkahi dengan kesehatan dan kekuatan!" tulis Karya Adalah Doa lagi.

Ilustrasi yang mendapat lebih dari 3.000-an likes itu juga mengungkap infografis perjalanan Jokowi. Nama awalnya adalah Mulyono namun diganti menjadi Joko Widodo di usia setahun. Di usia 13 tahun, ia belajar menjadi tukang kayu di perusahaan kakeknya.


Di usia 23 tahun menaklukkan Gunung Kerinci, setahun berikutnya meraih gelar insiyur di Fakultas Ilmu Kehutanan UGM dan diterima bekerja di PT Kertas Kraft Aceh.

Selamat ulang tahun, Pak Jokowi.

Thursday, May 30, 2019

Episode Terakhir SING BAHU REKSO, Masih Menyisakan Tanda Tanya


Kisah komik webtoon SING BAHU REKSO telah mencapai klimaks pada episode ke-72. Banyak cerita mengiringi sejak kali pertama komik ini terbit pada 12 Desember 2017 di platform webtoon hingga sekarang.

Komik karya Papillon Studio Semarang bergenre action-thriller ini memang bisa dibilang berbeda dari yang lain. Tengok saja, mulai dari kisahnya yang tidak biasa, yakni mengangkat cerita tentang buaya muara raksasa yang dibalut dengan setting lokal di Kota Semarang, Jawa Tengah. Maka tak mengherankan bila komik ini mendapat apresiasi yang luar biasa dari para pembaca webtoon.

Kendati demikian, banyak pertanyaan yang mampir di beranda komentar yang menanyakan bahwa apakah benar ini episode terakhir atau bukan? Selain itu, para pembaca setia webtoon SING BAHU REKSO juga bertanya-tanya dengan kisah yang masih menyisakan misteri di episode terakhir. Salah satunya yakni mengapa mata Wahid yang merupakan tunangan Rodiah terlihat biru seperti super croc? Benarkah Wahid menggunakan serum buatan Sadewo yang juga terkenal ampuh untuk penyembuhan luka secara cepat?


Ada juga pertanyaan, bagaimana nasib hubungan antara Parlan dengan Rodiah? Apakah ada lanjutannya?

Untuk menjawab berbagai pertanyaan yang masih menggantung tersebut, berikut adalah jawaban diplomatis dari mas Alfa Robbi, author SING BAHU REKSO yang juga Creative Director Papillon Studio Semarang.

“Kepada pembaca sekalian kami mengucapkan banyak terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya telah mengikuti perjalanan kisah Sing Bahu Rekso dari episode 1 hingga 72 ini. Tak lupa, banyaknya masukan dan saran menjadi pelajaran yang amat berharga dan motivasi bagi kami dalam berkarya.”

“Mohon maaf jika belum bisa memenuhi rasa haus dan penasaran dari seluruh misteri yang muncul dalam kisah ini, karena sejatinya ada hal-hal dalam kisah ini yang sebaiknya dibiarkan tetap berada di dalam selimut kabut yg gelap, agar suatu saat kami bisa kembali menuturkan kisahnya di lain kesempatan, meskipun entah kapan. Semoga kalian terhibur dan sampai jumpa di karya Papillon Studio berikutnya.”

Nah, sudah ketemu jawabannya kan, kenapa ada beberapa penggal cerita dalam kisah SING BAHU REKSO yang sengaja dibiarkan menjadi misteri? Tidak semua misteri itu harus dipecahkan oleh author, gaes. Biarkan sebuah misteri itu menjadi tanda tanya, agar kalian bisa mencari jawaban sesuai versimu sendiri. Salam.

Monday, May 27, 2019

AKHIRNYA, BUKBER PAPILLON


Buka bersama ali​​as Bukber memang menjadi ajang populer bagi setiap umat muslim di Indonesia ketika Ramadan tiba. Bahkan mungkin sebelum puasa dimulai, udah pada ribut duluan soal mau bukber di mana, ya nggak? Hehe



Mungkin di antara Anda semua ada yang udah mengagendakan Bukber bareng sahabat, teman lama, atau mungkin Bukber dengan barisan para mantan, hihi.. Tapi ujung-ujungnya hanya berakhir sebagai wacana. Tapi mudah-mudahan ga ada yang seperti itu, ya? Hemmmttt



Rabu lalu, Ahamdulillah kami keluarga Papillon Squad sudah purna melaksanakan Bukber. Hanya sekali instruksi dari kak Han Papillon untuk ngumpul Bukber, sore harinya pun jadi Bukber. Tak hanya Papillon Squad, kami juga mengundang anak-anak magang dan para mitra Papillon Studio untuk bergabung.


Ada perwakilan dari komunitas Lumpia Komik Semarang, Sinamuhindo Konstruksi, dan sebagainya.

Sebelum berbuka, ada kajian khusus Ramadan dari ustadz Rahmat dari Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (LSIK) Kota Semarang. Beliau menyampaikan kajian tentang memaksimalkan amalan di bulan Ramadan. Salah satunya adalah berinfak. Mengeluarkan sesuatu yang kita cintai saat Ramadan. “Kalo di masjid ada kotak infak berjalan, ya diisi. Walaupun amalan sebiji zaaroh, itu nanti akan dibalas oleh Allah,” kata ustadz Rahmat.


Tak banyak yang diutarakan oleh ustadz Rahmat, sebab sebentar kemudian azan maghrib berkumadang. Es buah, gorengan, kurma dan teh hangat yang sudah tersaji di depan kami pun siap kami santap bersama. Sebagai syarat membatalkan puasa, ya cukup beberapa teguk minuman dan nyemil saja, gak perlu banyak-banyak. Kami pun lalu beranjak dari tempat duduk untuk memenuhi panggilan adzan magrib.


Seusai maghriban, kami kembali ke lantai 2 studio. Ayam goreng sambel ijo dan lalapan sudah memanggil-maggil untuk dilahap bersama. Canda, tawa, dan kebersamaan melingkupi suasana berbuka bersama sore itu. Ah, syahdu sekali. Suasana Ramadan memang istimewa, bahkan tak terlupakan.

Semoga kami selalu dalam lindungan-Nya dan kembali dipertemukan pada Ramadan berikutnya. Aamiin.

Monday, May 06, 2019

KELUARGA KECIL PENGAJAK KEBAIKAN

Satu lagi komik islami yang kudu banget menjadi koleksi di rak buku kamu. Komik apa lagi k​​alau bukan PENGEN JADI BAIK. Yak, sesederhana judulnya, setiap panel dalam buku ini hanya memuat ajakan menuju kebaikan.

Ajakan apa aja sih yang ada di buku komik ini? Ya banyaklah. Satu per satu setiap bab dalam komik ini mengajak kita para pembaca untuk selalu berbuat baik. Semua ajakan tersebut diceritakan dengan sangat sederhana dengan lingkup sebuah keluarga.

Si penulis komik ini, Squ, sepertinya ingin mengajak para pembaca muslim untuk memulai sebuah ajakan kebaikan mulai dari lingkup terkecil komunitas terdekat kita, yakni keluarga.

Dikisahkan seorang kepala keluarga bernama Abah, tengah dipindahtugaskan ke kampung lamanannya di Jawa Timur. Singkat cerita, Abah mengajak serta istri dan anaknya yang bernama Kevin untuk pindah ke kota tersebut.

Selama setiap penggal perjalanan ke Jawa Timur, Abah selalu mengajarkan Kevin tentang nilai-nilai keislaman. Misalnya saat Kevin hendak buru-buru mau pipis, Abah mengingatkan kepada anaknya untuk selalu berdoa sebelum masuk WC walaupun sedang kebelet pipis. Di lain kesempatan, keluarga kecil tersebut juga membahas tentang pentingnya menjaga kebersihan dari najis, yang dibalut dalam sebuah percakapan antara si Abah dan Umi (ibu Kevin). 

Squ menilai selama ini banyak orang yang abai tentang najis karena sejak kecil mereka jarang diajari oleh orangtua mereka tentang efek najis ini. Sedikit saja pakaian atau tubuh kita terkena najis, maka tidak akan sah ibadah shalat kita.

Menariknya, komik dual tone hitam putih ini juga mengisahkan tentang trik bagi para orangtua agar anak-anaknya mau shalat berjamaah ke masjid. Squ juga menceritakan trik bagaimana mengajak para orangtua yang malas menjadi rajin sholat berjamaah di masjid, tanpa bermaksud menggurui.

Lebih dari 20 halaman Squ membahas tentang ajakan sholat ini, mulai dari rukun-rukun wudhu yang sesuai sunnah, serta bagaimana memotivasi anak-anak agar mau mencintai masjid.

Berakhlak terhadap tetangga juga dibahas dalam komik lebih dari 150 halaman ini. Kendati tetangga tersebut sempat berbuat tidak baik kepada kita, kita tak perlu membalasnya dengan kejahatan serupa atau lebih kejam. Cukup dibalas dengan kebaikan saja, maka nanti akan menuai kebaikan pula.


Tanpa basa-basi, komik ini juga secara gamblang mengajak kita untuk bersedekah dengan sedekah paling ringan, yakni menebar salam dan senyuman. Dalam komik bergenre islami ini juga mengisahkan capeknya kerja Abah seharian sebagai seorang sales. Penolakan demi penolakan Abah terima dengan lapang dada. Namun ketika ada satu keluarga yang membalas dengan senyuman saja, Abah bisa sangat lega, seolah capek kerja seharian pun sirna begitu saja.

Komik yang diterbitkan oleh Wake Up Early ini diakhiri dengan cerita kepindahan Abah dan keluarganya kembali ke Jakarta. Maka keluarga kecil ini pun harus menyesuaikan lagi dengan lingkungan masyarakat tempat tinggalnya. Dan yang pasti, hidup di Ibukota berarti harus berjibaku dengan kemacetan dan banjir. Namun bukan itu yang menarik dalam komik ini, tapi bagaimana Abah dan keluarganya dengan sabar menghadapi kerasnya kehidupan Jakarta.

Squ sepertinya juga menyelipkan pengalaman pribadinya saat masih kerja kantoran dalam kemasan komik strip 3-7 panel dalam satu halaman. Selipan yang bisa dibilang sebagai hiatus ini berbumbu cerita konyol yang sepertinya dialami oleh si penulis. 

Komik PENGEN JADI BAIK ini menyajikan 32 judul tema yang sangat menarik untuk dibahas. Pembaca juga nggak perlu repot-repot mencari dalil atau dasar mengenai amalan ibadah maupun muamalah yang sedang diceritakan dalam komik ini, sebab secara lengkap Squ selalu menyertakannya di akhir cerita komik.

Tuesday, April 23, 2019

JENAKA, PENUH DRAMA & SARAT MAKNA


Bedah komik PEJUANG LIBURAN

Ngobrolin tentang komik dengan konten islami, tentu tak afdol bila tidak menyentil karya-karya dari Mas Tony Trax. Ya, tak salah lagi, beliau adalah author dari komik seri Real Masjid. Dan komik yang akan kita bedah kali ini adalah seri ke-7 dari komik Real Masjid yang berjudul PEJUANG LIBURAN.

Ada banyak banget pelajaran yang dapat kita petik dari membaca komik PEJUANG LIBURAN. Dan beberapa pesan yang terkandung dalam cerita ini cenderung tidak menggurui, tapi kalau dicerna lebih dalam sebetulnya isinya bisa sampe nusuk ke ulu hati. Atau bahasa kerennya kita jadi ikut kesindir karena beberapa penggal ceritanya tak jauh-jauh dari kehidupan sehari-hari orang islam.


Komik ini sebenarnya bercerita tentang petualangan tiga remaja yakni Ibro, Bimbom dan Pepi saat mengisi liburan sekolah mereka dengan berkunjung ke rumah Pak Richard di Kaliurang, Sleman, Jogjakarta. Dalam perjalanan menuju liburan, mereka justru dihadang berbagai masalah. Dan tak sengaja mereka terlibat dalam aksi para penjahat yang tergabung dalam komplotan “Black Cat Death”.

Komplotan ini adalah para penjahat yang khusus menjual kunci jawaban soal-soal ujian nasional (UN) kepada siapa pun yang mau membayar mahal demi kelulusan anaknya. Alkisah, saat berada di dalam gerbong kereta api, tas milik Pepi dicuri orang. Di dalam tas tersebut terdapat HP yang setiap jam 3 pagi alarm nya berbunyi untuk membangunkan shalat tahajjud. Tahu apa yang mereka lakukan untuk menemukan tas Pepi? Mereka cukup menunggu hingga pukul 3 pagi untuk mendengarkan alarm yag berbunyi dari dalam tas Pepi. Akhirnya ketiganya pun berhasil menemukan tas dan menangkap pencurinya hanya dengan mencari sumber bunyi alarm HP tersebut.


Tak disangka, pencuri di kereta tersebut ternyata adalah anggota komplotan Black Cat Death. Sejak saat itu, liburan ketiganya pun menjadi mimpi buruk karena mereka menjadi buruan para penjahat yang ingin balas dendam karena telah memenjarakan rekannya.  Liburan mereka pun jadi tambah runyam dengan datangnya Acheng yang “ahli hisap” alias perokok berat.

Mas Tony memang lihai banget mengemas sebuah pesan islami dalam balutan sebuah cerita. Banyak banget hal yang ia sentil dalam komik ini, sehingga membuat orang berpikir ulang apakah hal ini dan hal itu sudah sesuai dengan nilai islam?


Di halaman 12 misalnya, ia menyentil tentang kriteria seorang imam sholat. Ada juga tentang orang islam yang sering tidur ketika jumatan, dunia perdukunan dan kemusrikan, pentingnya sholat fardhu walaupun dalam kondisi kepepet dan sebagainya. Dan semua tema keislaman tersebut disajikan secara jenaka sehingga terkesan tak menasihati  bagi orang yang membacanya.


Meskiipun tidak secara terang-terangan komik ini bertabur ayat Al Quran atau hadits nabi, tapi dalam setiap penggal cerita selalu ada nilai-nilai islami yang menjadi bumbu. Komik ini bisa bikin pembacanya tertawa, tegang karena dramanya, sekaligus mengernyitkan dahi lantaran pesan yang ingin disampaikan di komik ini.

Secara fisik, komik seri ke-7 ini benar-benar memanjakan mata pembacanya, sebab ke-54 halamannya dibuat full color dengan jenis kertas art carton yang halus, licin dan mengilap. Komik ini juga cocok sebagai bacaan bagi anak kecil yang masih belajar membaca maupun orang dewasa. Meskipun dalam komik ini terdapat para karakter antagonis penjahat, namun tak ada adegan kekerasan dalam kisahnya. Komik ini juga jauh dari visual yang mengumbar aurat.

Friday, April 05, 2019

Bagaimana Mengembangkan IP Jadi Pundi-Pundi Rupiah?


Ilustrator Papillon Studio Semarang

Awal April lalu, saya bicara di hadapan beberapa mahasiswa UniverstasDian Nuswantoro (Udinus) Semarang dalam sebuah diskusi ringan mengenai pengembangan sebuah intangible product (IP) untuk bisnis, di Rumah Kreatif BUMNSemarang.


Sebagai permulaan, saya tanya ke beberapa mahasiswa apa itu IP. Ternyata mereka banyak yang belum mengetahui apa itu IP. Mereka justru tanya balik ke saya. Lalu saya jelaskan dengan sebuah contoh IP milik PapillonStudio, yakni komik Mada, Mak Irits dan Sing Bahu Rekso. Baru mereka ngeh soal istilah IP.

Jamak orang mengartikan bahwa IP itu adalah sebuah produk yang diciptakan oleh manusia namun produk tersebut tidak bisa diraba karena wujudnya digital. Tapi IP ini dapat memberikan nilai tambah pada sebuah produk atau konten tertentu sehingga manusia dapat memanfaatkannya untuk kepentingan tertentu. Nah, soal kepentingan inilah yang mau saya bahas dalam diskusi tersebut.


Pengembangan IP, kalau menurut saya, ke depan harus lebih memberikan peningkatan market opportunity dalam sebuah produk bisnis. Saya melihat IP ini akan memiliki andil dalam menambah market. Terlebih lagi di Indonesia, yang sepengetahuan saya, belum banyak dunia bisnis yang memanfaatkan IP sebagai nilai tambah (add value) pada produk mereka. Loh berarti ini pasar yang sangat menggiurkan dong untuk digarap? Yup, sangat-sangat berpotensi besar untuk digarap, gaes!

Misalnya nih, sebuah IP bisa masuk ke industri makanan, kuliner, pakaian, mainan, games aplikasi, boardgame, dan manufaktur lain. Nah IP ini bisa menjadi nilai tambah pada produk-produk atau komoditas tersebut.

Misal produknya berupa pendidikan dan kebudayaan. Maka IP bisa dikreasi dalam berbagai bentuk seperti komik atau animasi. Nilai-nilai fikih islam, seperti bagaimana cara berwudu yang benar, itu bisa dibikin animasi. Atau doa-doa yang mudah dihafal anak-anak, kayak doa mau tidur, doa mau makan, doa masuk kamar mandi, itu juga bisa dibuatkan dengan animasi. Kan asyik banget tuh, anak-anak suka animasi tapi dalam animasi tersebut kita berikan nilai-nilai yang terkandung dalam fikih islam. Khusus untuk IP ini target marketnya memang anak-anak.


Sebaliknya, ada juga IP yang justru bisa dikembangkan dan merambah ke bisnis. IP kartun Tayo, misalnya. Awalnya Tayo ini kan sebuah karakter yang dikreasi dalam bentuk kartun, lalu divalidasi melalui televisi nasional. Setelah IP itu tayang, maka banyak sekali produk turunannya, seperti mainan, kaos, kuliner dan sebagainya sehingga produk itu bisa dipasarkan secara luas. Sama halnya dengan Doraemon, Mickey Mouse, Donald Duck dan sebagainya.

Sementara yang terbaru adalah IP yang dikembangkan untuk menunjang pariwisata di Indonesia. Lalu bagaimana bentuknya sebuah IP bisa membantu dunia pariwisata di Indonesia? Bayak banget! Kalau untuk pariwisata, ya kita bisa membuat story telling mengenai tempat pariwisata, misalnya menggali nilai sejarah dan nilai budayanya.

Salah satu destinasi wisata di Semarang, Sam Po Kong, kalau story telling-nya hanya diceritakan dalam bentuk buku, maka akan sangat membosakan bagi anak-anak, padahal mereka adalah pasar terbesar untuk industri pariwisata dan pendidikan. Lalu apa yang bisa menarik anak-anak agar ketika berkunjung ke Sam Po Kong mendapatkan pegalaman baru? Salah satunya yakni menawarkan story telling dalam bentuk animasi atau komik. Jadi animasi dan komiknya saja yang bercerita. Tentu ini akan menjadi pengalaman baru bagi mereka dan ketika berkunjung ke Sam Po Kong tidak sekadar berswa foto lalu diunggah ke media sosial.

Di negara lain udah ada yang berhasil mempromosikan pariwisata dengan cara seperti itu loh. Contohnya adalah British Museum di London, Inggris. Mereka telah menambah fasilitas berupa virtual reality (VR) bagi para pengunjung remaja dan dewasa. Para pengunjung diajak menjelajah menggunakan VR dan mereka dapat berinteraksi dengan karakter 3D yang telah dipindai pada perangkat VR tersebut. Jadi ketika pengunjung kelelahan mengelilingi museum atau lokasi wisata, mereka bisa singgah di sebuah ruangan dengan VR itu, dan mereka bisa bebas menjelajahi ruang-ruang yang cukup banyak dan besar tanpa harus mereka ke sana. Dan ternyata cara menjelajah museum dengan VR itu cukup berhasil mendongkrak kunjungan.


Selain VR, ada juga Museum Seni Metropolitan di Amerika Serikat yang menggunakan teknologi augmented reality (AR). Teknologi AR ini justru memungkinkan pengunjung bersentuhan langsung dengan gambar-gambar yang muncul dari sebuah kamera. Pengalaman yang seperti itulah yang akan memberikan feel yang berbeda kepada setiap pengunjung lokasi wisata.

Di akhir diskusi, satu persatu para mahasiswa yang terlibat dalam diskusi saya tanyai, IP apa yang akan mereka rencanakan untuk mereka buat? Ternyata mereka masih pada bingung akan membuat apa. Tapi saya yakin mereka kelak akan memiliki IP yang bukan sekadar mereka nikmati sendiri, tapi juga memberikan manfaat kepada banyak orang, meskipun bukan dalam waktu dekat ini. Semoga.