Tuesday, April 23, 2019

KOMIK PEJUANG LIBURAN, JENAKA, PENUH DRAMA & SARAT MAKNA

Dear Papilonia, kali ini mimin mau tulis review komik Pejuang Liburan. Udah punya komiknya belum? Kalo belum bisa dibeli lho di Papillon Komik Shop. Bisa datang langsung ke studio komik Semarang Papillon di ruko Klipang Golf, karena sekarang selain jual pen tablet, juga jual komik islami karya komikus lokal, salah satunya Komik Pejuang Liburan. Bisa juga atau di akun Shopee Papillon Komik Shop.

Ngobrolin tentang komik dengan konten islami, tentu tak afdol bila tidak menyentil karya-karya dari Mas Tony Trax. Ya, tak salah lagi, beliau adalah author dari komik seri Real Masjid. Dan komik yang akan kita bedah kali ini adalah seri ke-7 dari komik Real Masjid yang berjudul PEJUANG LIBURAN.

Ada banyak banget pelajaran yang dapat kita petik dari membaca komik PEJUANG LIBURAN. Dan beberapa pesan yang terkandung dalam cerita ini cenderung tidak menggurui, tapi kalau dicerna lebih dalam sebetulnya isinya bisa sampe nusuk ke ulu hati. Atau bahasa kerennya kita jadi ikut kesindir karena beberapa penggal ceritanya tak jauh-jauh dari kehidupan sehari-hari orang islam.


Komik ini sebenarnya bercerita tentang petualangan tiga remaja yakni Ibro, Bimbom dan Pepi saat mengisi liburan sekolah mereka dengan berkunjung ke rumah Pak Richard di Kaliurang, Sleman, Jogjakarta. Dalam perjalanan menuju liburan, mereka justru dihadang berbagai masalah. Dan tak sengaja mereka terlibat dalam aksi para penjahat yang tergabung dalam komplotan “Black Cat Death”.


Komplotan ini adalah para penjahat yang khusus menjual kunci jawaban soal-soal ujian nasional (UN) kepada siapa pun yang mau membayar mahal demi kelulusan anaknya. Alkisah, saat berada di dalam gerbong kereta api, tas milik Pepi dicuri orang. Di dalam tas tersebut terdapat HP yang setiap jam 3 pagi alarm nya berbunyi untuk membangunkan shalat tahajjud. Tahu apa yang mereka lakukan untuk menemukan tas Pepi? Mereka cukup menunggu hingga pukul 3 pagi untuk mendengarkan alarm yang berbunyi dari dalam tas Pepi. Akhirnya ketiganya pun berhasil menemukan tas dan menangkap pencurinya hanya dengan mencari sumber bunyi alarm HP tersebut.


Tak disangka, pencuri di kereta tersebut ternyata adalah anggota komplotan Black Cat Death. Sejak saat itu, liburan ketiganya pun menjadi mimpi buruk karena mereka menjadi buruan para penjahat yang ingin balas dendam karena telah memenjarakan rekannya.  Liburan mereka pun jadi tambah runyam dengan datangnya Acheng yang “ahli hisap” alias perokok berat.

Mas Tony memang lihai banget mengemas sebuah pesan islami dalam balutan sebuah cerita. Banyak banget hal yang ia sentil dalam komik ini, sehingga membuat orang berpikir ulang apakah hal ini dan hal itu sudah sesuai dengan nilai islam?


Di halaman 12 misalnya, ia menyentil tentang kriteria seorang imam sholat. Ada juga tentang orang islam yang sering tidur ketika jumatan, dunia perdukunan dan kemusyrikan, pentingnya sholat fardhu walaupun dalam kondisi kepepet dan sebagainya. Dan semua tema keislaman tersebut disajikan secara jenaka sehingga terkesan tak menasehati  bagi orang yang membacanya.


Meskipun tidak secara terang-terangan komik ini bertabur ayat Al Quran atau hadits nabi, tapi dalam setiap penggal cerita selalu ada nilai-nilai islami yang menjadi bumbu. Komik ini bisa bikin pembacanya tertawa, tegang karena dramanya, sekaligus mengernyitkan dahi lantaran pesan yang ingin disampaikan di komik ini.

Secara fisik, komik seri ke-7 ini benar-benar memanjakan mata pembacanya, sebab ke-54 halamannya dibuat full color dengan jenis kertas art carton yang halus, licin dan mengkilap. Komik ini juga cocok sebagai bacaan bagi anak kecil yang masih belajar membaca maupun orang dewasa. Meskipun dalam komik ini terdapat para karakter antagonis penjahat, namun tak ada adegan kekerasan dalam kisahnya. Komik ini juga jauh dari visual yang mengumbar aurat.

1 comment: