Thursday, May 30, 2019

Episode Terakhir SING BAHU REKSO, Masih Menyisakan Tanda Tanya


Kisah komik webtoon SING BAHU REKSO telah mencapai klimaks pada episode ke-72. Banyak cerita mengiringi sejak kali pertama komik ini terbit pada 12 Desember 2017 di platform webtoon hingga sekarang.

Komik karya Papillon Studio Semarang bergenre action-thriller ini memang bisa dibilang berbeda dari yang lain. Tengok saja, mulai dari kisahnya yang tidak biasa, yakni mengangkat cerita tentang buaya muara raksasa yang dibalut dengan setting lokal di Kota Semarang, Jawa Tengah. Maka tak mengherankan bila komik ini mendapat apresiasi yang luar biasa dari para pembaca webtoon.

Kendati demikian, banyak pertanyaan yang mampir di beranda komentar yang menanyakan bahwa apakah benar ini episode terakhir atau bukan? Selain itu, para pembaca setia webtoon SING BAHU REKSO juga bertanya-tanya dengan kisah yang masih menyisakan misteri di episode terakhir. Salah satunya yakni mengapa mata Wahid yang merupakan tunangan Rodiah terlihat biru seperti super croc? Benarkah Wahid menggunakan serum buatan Sadewo yang juga terkenal ampuh untuk penyembuhan luka secara cepat?


Ada juga pertanyaan, bagaimana nasib hubungan antara Parlan dengan Rodiah? Apakah ada lanjutannya?

Untuk menjawab berbagai pertanyaan yang masih menggantung tersebut, berikut adalah jawaban diplomatis dari mas Alfa Robbi, author SING BAHU REKSO yang juga Creative Director Papillon Studio Semarang.

“Kepada pembaca sekalian kami mengucapkan banyak terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya telah mengikuti perjalanan kisah Sing Bahu Rekso dari episode 1 hingga 72 ini. Tak lupa, banyaknya masukan dan saran menjadi pelajaran yang amat berharga dan motivasi bagi kami dalam berkarya.”

“Mohon maaf jika belum bisa memenuhi rasa haus dan penasaran dari seluruh misteri yang muncul dalam kisah ini, karena sejatinya ada hal-hal dalam kisah ini yang sebaiknya dibiarkan tetap berada di dalam selimut kabut yg gelap, agar suatu saat kami bisa kembali menuturkan kisahnya di lain kesempatan, meskipun entah kapan. Semoga kalian terhibur dan sampai jumpa di karya Papillon Studio berikutnya.”

Nah, sudah ketemu jawabannya kan, kenapa ada beberapa penggal cerita dalam kisah SING BAHU REKSO yang sengaja dibiarkan menjadi misteri? Tidak semua misteri itu harus dipecahkan oleh author, gaes. Biarkan sebuah misteri itu menjadi tanda tanya, agar kalian bisa mencari jawaban sesuai versimu sendiri. Salam.

Monday, May 27, 2019

AKHIRNYA, BUKBER PAPILLON


Buka bersama ali​​as Bukber memang menjadi ajang populer bagi setiap umat muslim di Indonesia ketika Ramadan tiba. Bahkan mungkin sebelum puasa dimulai, udah pada ribut duluan soal mau bukber di mana, ya nggak? Hehe



Mungkin di antara Anda semua ada yang udah mengagendakan Bukber bareng sahabat, teman lama, atau mungkin Bukber dengan barisan para mantan, hihi.. Tapi ujung-ujungnya hanya berakhir sebagai wacana. Tapi mudah-mudahan ga ada yang seperti itu, ya? Hemmmttt



Rabu lalu, Ahamdulillah kami keluarga Papillon Squad sudah purna melaksanakan Bukber. Hanya sekali instruksi dari kak Han Papillon untuk ngumpul Bukber, sore harinya pun jadi Bukber. Tak hanya Papillon Squad, kami juga mengundang anak-anak magang dan para mitra Papillon Studio untuk bergabung.


Ada perwakilan dari komunitas Lumpia Komik Semarang, Sinamuhindo Konstruksi, dan sebagainya.

Sebelum berbuka, ada kajian khusus Ramadan dari ustadz Rahmat dari Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (LSIK) Kota Semarang. Beliau menyampaikan kajian tentang memaksimalkan amalan di bulan Ramadan. Salah satunya adalah berinfak. Mengeluarkan sesuatu yang kita cintai saat Ramadan. “Kalo di masjid ada kotak infak berjalan, ya diisi. Walaupun amalan sebiji zaaroh, itu nanti akan dibalas oleh Allah,” kata ustadz Rahmat.


Tak banyak yang diutarakan oleh ustadz Rahmat, sebab sebentar kemudian azan maghrib berkumadang. Es buah, gorengan, kurma dan teh hangat yang sudah tersaji di depan kami pun siap kami santap bersama. Sebagai syarat membatalkan puasa, ya cukup beberapa teguk minuman dan nyemil saja, gak perlu banyak-banyak. Kami pun lalu beranjak dari tempat duduk untuk memenuhi panggilan adzan magrib.


Seusai maghriban, kami kembali ke lantai 2 studio. Ayam goreng sambel ijo dan lalapan sudah memanggil-maggil untuk dilahap bersama. Canda, tawa, dan kebersamaan melingkupi suasana berbuka bersama sore itu. Ah, syahdu sekali. Suasana Ramadan memang istimewa, bahkan tak terlupakan.

Semoga kami selalu dalam lindungan-Nya dan kembali dipertemukan pada Ramadan berikutnya. Aamiin.

Monday, May 06, 2019

KELUARGA KECIL PENGAJAK KEBAIKAN

Satu lagi komik islami yang kudu banget menjadi koleksi di rak buku kamu. Komik apa lagi k​​alau bukan PENGEN JADI BAIK. Yak, sesederhana judulnya, setiap panel dalam buku ini hanya memuat ajakan menuju kebaikan.

Ajakan apa aja sih yang ada di buku komik ini? Ya banyaklah. Satu per satu setiap bab dalam komik ini mengajak kita para pembaca untuk selalu berbuat baik. Semua ajakan tersebut diceritakan dengan sangat sederhana dengan lingkup sebuah keluarga.

Si penulis komik ini, Squ, sepertinya ingin mengajak para pembaca muslim untuk memulai sebuah ajakan kebaikan mulai dari lingkup terkecil komunitas terdekat kita, yakni keluarga.

Dikisahkan seorang kepala keluarga bernama Abah, tengah dipindahtugaskan ke kampung lamanannya di Jawa Timur. Singkat cerita, Abah mengajak serta istri dan anaknya yang bernama Kevin untuk pindah ke kota tersebut.

Selama setiap penggal perjalanan ke Jawa Timur, Abah selalu mengajarkan Kevin tentang nilai-nilai keislaman. Misalnya saat Kevin hendak buru-buru mau pipis, Abah mengingatkan kepada anaknya untuk selalu berdoa sebelum masuk WC walaupun sedang kebelet pipis. Di lain kesempatan, keluarga kecil tersebut juga membahas tentang pentingnya menjaga kebersihan dari najis, yang dibalut dalam sebuah percakapan antara si Abah dan Umi (ibu Kevin). 

Squ menilai selama ini banyak orang yang abai tentang najis karena sejak kecil mereka jarang diajari oleh orangtua mereka tentang efek najis ini. Sedikit saja pakaian atau tubuh kita terkena najis, maka tidak akan sah ibadah shalat kita.

Menariknya, komik dual tone hitam putih ini juga mengisahkan tentang trik bagi para orangtua agar anak-anaknya mau shalat berjamaah ke masjid. Squ juga menceritakan trik bagaimana mengajak para orangtua yang malas menjadi rajin sholat berjamaah di masjid, tanpa bermaksud menggurui.

Lebih dari 20 halaman Squ membahas tentang ajakan sholat ini, mulai dari rukun-rukun wudhu yang sesuai sunnah, serta bagaimana memotivasi anak-anak agar mau mencintai masjid.

Berakhlak terhadap tetangga juga dibahas dalam komik lebih dari 150 halaman ini. Kendati tetangga tersebut sempat berbuat tidak baik kepada kita, kita tak perlu membalasnya dengan kejahatan serupa atau lebih kejam. Cukup dibalas dengan kebaikan saja, maka nanti akan menuai kebaikan pula.


Tanpa basa-basi, komik ini juga secara gamblang mengajak kita untuk bersedekah dengan sedekah paling ringan, yakni menebar salam dan senyuman. Dalam komik bergenre islami ini juga mengisahkan capeknya kerja Abah seharian sebagai seorang sales. Penolakan demi penolakan Abah terima dengan lapang dada. Namun ketika ada satu keluarga yang membalas dengan senyuman saja, Abah bisa sangat lega, seolah capek kerja seharian pun sirna begitu saja.

Komik yang diterbitkan oleh Wake Up Early ini diakhiri dengan cerita kepindahan Abah dan keluarganya kembali ke Jakarta. Maka keluarga kecil ini pun harus menyesuaikan lagi dengan lingkungan masyarakat tempat tinggalnya. Dan yang pasti, hidup di Ibukota berarti harus berjibaku dengan kemacetan dan banjir. Namun bukan itu yang menarik dalam komik ini, tapi bagaimana Abah dan keluarganya dengan sabar menghadapi kerasnya kehidupan Jakarta.

Squ sepertinya juga menyelipkan pengalaman pribadinya saat masih kerja kantoran dalam kemasan komik strip 3-7 panel dalam satu halaman. Selipan yang bisa dibilang sebagai hiatus ini berbumbu cerita konyol yang sepertinya dialami oleh si penulis. 

Komik PENGEN JADI BAIK ini menyajikan 32 judul tema yang sangat menarik untuk dibahas. Pembaca juga nggak perlu repot-repot mencari dalil atau dasar mengenai amalan ibadah maupun muamalah yang sedang diceritakan dalam komik ini, sebab secara lengkap Squ selalu menyertakannya di akhir cerita komik.