Friday, September 06, 2019

Papillon Studio Garap Komik Romance?


Setelah menamatkan webtoon komik Sing Bahu Rekso pada awal Juni 2019 lalu, kini Papillon Studio Semarang telah merilis satu komik baru yang berbeda dari komik-komik Papillon Studio sebelumnya. Kalau sebelumnya PapillonStudio menggarap komik bergaya action, thriller, horror dan humor, maka pada pertengahan Agustus lalu mereka merilis komik baru berjudul Passion dengan genre romance.


Penasaran kenapa Papillon Studio menggarap komik romance? Tenang, sebelum menjawab mengapa menggarap komik romance, terlebih dahulu kita ulik sejenak sebetulnya webkomik Passion ini bercerita tentang apa sih?

Yak, menurut penulis naskah webkomik Passion, Rahmi Aziza, komik ini bercerita tentang seorang artis muda terkenal bernama Abinaya yang sedang naik daun. Namun dibalik gemerlapnya dunia keartisan, rupanya Abinaya jenuh dengan titelnya sebagai artis. Nah di saat yang bersamaan, Abinaya bertemu dengan Maira, seorang mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi yang nyambi kerja di sebuah kedai kopi.




Berawal dari pertemuan yang tak sengaja antara Abinaya dan Maira, akhirnya keduanya berteman akrab. Lambat laun Abinaya menemukan kesenangan di luar dunia artis, yakni dunia kuliner. Abinaya merasa bahwa passionnya bukan menjadi selebritas, tapi sebagai seorang juru masak. Lika-liku Abinaya dalam memperjuangkan passion itulah yang tertuang dalam komik ini.

“Komik Passion sebetulnya bukan hanya menonjolkan romance, tapi juga ada drama dan sisi humornya,” kata Rahmi di Papillon Studio. Kisah dalam komik Passion ini, menurut Rahmi yang juga seorang blogger, adalah murni fiksi dengan referensi yang ia dapat dari menonton film, baca novel maupun terinspirasi dari kisah komik lainnya. Sedangkan untuk pembuatan ilustrasi karakter, Rahmi mempercayakannya kepada Kemala. Kemala adalah seorang ilustrator muda dari Kota Semarang yang ilustrasinya memiliki ciri khas simpel.

Kemala mengatakan, style atau gaya ilustrasi Passion terinspirasi dari manhwa atau webtoon Korea yang cenderung sederhana tapi “catchy” dan berwarna manis. Dalam komik Passion ini, ia bertugas untuk membuat storyboard, penintaan (inking), memberi warna dasar (flatting) dan pewarnaan (coloring). “Untuk proses flatting dan pemberian teks (lettering), saya dibantu tim Papillon Studio,” ujar Kemala.

Webkomik Passion ini bisa dinikmati di platform digital Comico Indonesia setiap Sabtu. Hingga saat ini, komik Passion telah dibaca oleh lebih dari 1.700 orang.

No comments:

Post a Comment