Wednesday, June 26, 2019

Lukisan Fenomenal Potret Istri Pablo Picasso Dilelang Rp 270 M

Pablo Picasso dikenal sebagai pelukis yang karya-karyanya khas dengan kubisme. Kini salah satu lukisan fenomenalnya tentang sosok sang istri bakal dilelang di Christie New York. 

Lukisan yang berjudul 'Homme et femme' dilukis Picasso pada 1968 silam. Kepala impresionis dan seni modern Christie's Jason Grey menuturkan diperkirakan harganya dijual sekitar Rp 270 miliar. 


"Karyanya menampilkan potret istrinya Jacqueline," tuturnya dilansir dari Reuters, Senin (17/6/2019), dan dikutip dari detikHot

Selain lukisan Picasso, ada lukisan abstrak seniman Prancis Fernand Leger yang dilukis tahun 1913. Tak kalah dari Picasso, lukisan tersebut diprediksi dijual dengan harga puluhan juta dolar. 

Jaso Grey menuturkan untuk pelelangan kali ini Balai Lelang Christie's memiliki pembeli baru dari kolektor-kolektor Asia. 

"Kami memiliki kolektor Asia, yang mereka melihat kembali ke era avant-garde seperti Leger dan Pablo Picasso. Ada kekuatan yang bakal bersaing," tukasnya. 

Kalau Nyerah, Itu Bukan Passion!


Seseorang yang memiliki passion dalam bidang tertentu tentu tidak akan bosan melakukan suatu hal yang ia sukai setiap hari. Bahkan ketika badan dalam kondisi letih pun, mereka akan dengan suka cita melakukan pekerjaan yang mereka sukai itu dengan tersenyum.

Pernyataan itu terungkap dalam seminar nasional bertajuk Passionable 2019 di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Sabtu, 22 Juni 2019 lalu. Acara tersebut menghadirkan pembicara dari pendiri perusahaan pengembang aplikasi Crocodic, Hamrowi; pendiri Papillon Studio Semarang, Alfa Robbi; dan YouTuber Putih Abu-Abu dari Cianjur, Jawa Barat.


Seminar ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, dosen hingga para pekerja seni.

Salah satu pemateri seminar, Alfa Robbi, bercerita tentang bagaimana dia bisa menemukan passionnya. Alfa mengatakan, bermula dari hobinya menggambar sejak SD, lalu ia menyalurkannya dengan cara membuat komik. Hobi membuat komik itu kemudian justru membuatnya membentuk Papillon, sebuah komunitas seniman muda Semarang yang getol membuat komik, pada 2002.



Pasang surut dalam menghidupkan komunitas ini pun sering ia alami. Namun Alfa tak patah semangat. Ia terus nguri-uri Papillon bersama teman-temannya yang masih bertahan. Perjuangannya bersama anggota komunitas Papillon pun membuahkan hasil. Proyek pembuatan komik dari luar negeri mulai menghampiri. “Kuncinya adalah selalu mempertahankan dan memperbaiki kualitas, serta terus-menerus belajar,” ujar Alfa di hadapan ratusan peserta seminar.

Papillon yang semula sekadar komunitas tempat kongkow para komikus muda Semarang, akhirnya berganti nama menjadi Papillon Studio. Secara seleksi alam, Papillon Studio pun berisi orang-orang yang memiliki passion yang sama di bidang komik.




Bongkar pasang personel dan pindah lokasi studio pun sudah berulang kali dilakukan. Pada 2014, status Papillon Studio berubah menjadi perusahaan berbentuk CV dan bukan sekadar memproduksi komik, tapi juga menambah lini bisnis penjualan pen tablet berbagai merek.

Papillon Studio juga membuat intelectual property (IP) sendiri yakni komik Mada, Emak Irits dan webtoon Sing Bahu Rekso. Kini Papillon Studio pun telah menempati sebuah ruko di tengah Kota Semarang dan menerima pemagang sebagai ilustrator dari berbagai daerah di Indonesia.




“Jangan pernah menyerah ketika menemui hambatan. Tetap enjoy, nikmatilah dan bertahanlah, pasti suatu saat nanti akan memetik hasilnya,” pungkas Alfa.