Thursday, June 27, 2019

Karya-karya Seniman Indonesia Bius Pencinta Seni Sydney

Karya-karya ciptaan seniman Indonesia selalu memukau para pencinta seni mancanegara. Dalam pameran seni 'Future Past: Tradition and Transgression in Contemporary Art From Asia', seniman Tanah Air kembali unjuk gigi di Sydney, Australia.

Di pameran kolaboratif tersebut, ada 14 seniman kontemporer dari Asia Timur, Asia Tenggara dan Asia Pasifik yang menampilkan karya-karyanya. Ada siapa saja?

Ada seniman Indonesia FX Harsono, Irfan Hendrian, Albert Yonathan Setyawan, Studio Krack asal Yoogyakarta yang berkolaborasi dengan Prihatmoko Moki, Rudi (Lampung), dan Eko Nugroho(Yogyakarta). 

Tak hanya mereka saja, ada juga Dawn Nf, Ramesh Mario Nithiyendran, Jeremy Sharma, Yang Yongliang, Latthapon Korkiatarkul, Gonkar Gyatso, Jakkai Siributr, dan Adeela Suleman asal Pakistan.

"Para seniman menghadirkan praktik kesenian mereka yang berada di negara masing-masing. Karya mereka berinteraksi dengan batas artistik dan budaya yang saling bertabrakan," tulis keterangan yang diterima detikHOT, Senin (17/6/2019).

Ke-14 seniman menggelar pameran di Galeri Sullivan + Strumpf, Sydney, Australia. Eksibisi berlangsung pada 1 Juni sampai 6 Juli 2019. (Sumber: detik.com)

Ini Syaratnya Agar Lagu Ciptaanmu Masuk di Film Gundala

Setelah beberapa bulan lalu rumah produksi Bumi Langit (BL) berhasil mengumpulkan ratusan karya berupa Gundala Fan Art, belum lama ini manajemen BL mengajak para seniman muda, khususnya yang bergerak di bidang musik untuk membuat lagu bertema Gundala atau #GundalaSongTribute.

Gundala adalah salah satu karakter pahlawan Indonesia ciptaan alm. Harya Suraminata atau Hasmi, yang memiliki kesaktian mampu mengendalikan petir. Film Gundala juga akan resmi tayang di bioskop pada 29 Agustus 2019 dengan sutradara Joko Anwar.

Sandiwara pembuatan lagu Gundala ini kali pertama diumumkan di akun instagram resmi Bumi Langit, belum lama ini. 

https://www.instagram.com/bumilangitofficial/

Pihak Bumi Langit tidak membatasi durasi, genre musik, jumlah lagu maupun usia musisi dalam ajang tersebut. Jadi siapa pun boleh mengikuti ajang ini. Pihak penyelenggara hanya menyaratkan dalam lirik lagu wajib ada kata Gundala.

Lagu tersebut kemudian diungguh ke media sosial dengan menyertakan tagar #GundalaSongTribute dalam caption. Pengungguhan karya lagu Gundala paling lambat pada Senin, 15 Juli 2019.

Pihak Bumi Langit dalam pengumumannya juga tidak menyertakan informasi hadiah bagi pemenang ajang penciptaan lagu Gundala tersebut. Namun mereka akan memilih tiga lagu terbaik dan mengapresiasinya dengan menyertakan tiga lagu terpilih dalam closing credit film Gundala. 

Bagaimana, menarik bukan?