Sunday, May 03, 2020

Papillon Studio, Satu Bulan Work From Home, Gimana Rasanya?

Satu bulan sudah Papillon studio menetapkan bekerja dari rumah atau yang populer disebut Work From Home (WFH), gimana rasanya?

Tanggal 16 Maret, Gubernur Jawa Tengah mengimbau pembatasan aktivitas di luar rumah. Sekolah-sekolah diliburkan. Eh bukan libur sih tepatnya belajar di rumah. Karena meskipun libur, guru-guru tetap memantau perkembangan anak didik dan memberikan tugas yang dikumpulkan lewat fasilitas online alias whats app.

Papillon studio tentu tidak bisa serta merta melakukan work from home, ada beberapa hal yang perlu dikoordinasikan sebelum kami bekerja dari rumah. Setelah semua terkondisi dan dirasa siap barulah WFH dimulai.

Selama WFH berlangsung kami tetap saling berkomunikasi untuk mendiskusikan pekerjaan melalui discord. Meeting mingguanpun tetap dilakukan melalui platform tersebut. Alhamdulillah sejauh ini WFH berjalan lancar meski tentu saja ada plus minus yang dirasakan.
WFH membuat kita jadi lebih dekat dengan keluarga. Bisa sholat berjamaah di rumah bersama anggota keluarga, tadarusan bareng, atau bisa kerja sambil sarungan maupun dasteran aja. Tapi juga cukup menantang karena distraksi semakin banyak. Lagi enak-enak kerja, eh anak di rumah menjajah kursi kerja bapaknya 😅😅

Bagaimana dengan work from home-mu teman? Ada cerita seru apa?

Oya btw, meski WFH, Papillon store masih tetap buka. Bagi kamu yang membutuhkan alat gambar digital alias pen tablet murah di Semarang, bisa datang ke Papillon Store di Klipang Golf Semarang. Ada beberapa tipe pen tablet yang ready stock, diantaranya Pen tablet harga dibawah satu juta.


Datang dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan sesuai imbauan pemerintah ya. Yaitu menggunakan masker kain dan tetap jaga physical distancing.

Atau kamu mau beli pen tablet dari rumah saja? Bisa kunjungi online store Papillon di Tokopedia dan Shopee. Atau contact admin kami, dengan klik di sini.

Kalau mau lihat bagaimana kinerja pen tablet, bekut video mewarnai karikatur dengan menggunakan pen tablet Huion Kamvas 13.

1 comment: