REVIEW KOMIK PAHLAWAN ISLAMI CUT NYAK DIEN

Hai Papillonia, ada komik baru di Papillon komik shop. Kini di Toko Komik Semarang Papillon Komik Shop sudah tersedia komik Cut Nyak Dien.

Jika mengingat kembali sejarah islam, pasti tidak luput dari pahlawan wanita yang berasal dari Aceh ini. Cut Nyak Dien, itulah nama pejuang wanita Indonesia yang melawan penjajah Belanda pada masanya. Begitu banyak yang mengidolakan sosok Cut Nyak Dien. Bahkan kita bisa menemui gambar beliau di beberapa mata uang Indonesia. 

Sayf Muhammad Isa adalah salah seorang yang sangat terinpirasi dengan tokoh Cut Nyak Dien untuk dibuat menjadi cerita fiksi. Cerita itu kemudian divisualisasikan oleh Fivi Achmad menjadi sebuah buku Komik berjudul Cut Nyak Dien, Kisah Perjuangan Muslim Aceh Melawan Penjajah Belanda yang diterbitkan oleh Ghazi Publishing.





Saat pertama kali membuka buku komik berjudul Cut Nyak Dien ini, ada satu halaman yang membuat minpaps tertarik. Satu halaman yang berisi kalimat,

"Nibak mate di rumah inong

Bahle meukeunong seunjata kaphe

Nibak mate di ateuh tilam

Bahle lamseuh prang syahid meugule"

Yang berarti, "Daripada mati di bilik pengantin, Biarlah senjata kafir menembus tubuh, Daripada mati di atas tilam, Biarlah dalam perang tubuhku luluh". Kalimat yang membuat minpaps langsung terbayang betapa keras perjuangan pahlawan kita dulu di masa penjajahan.

Cerita komik ini dibuka dengan awal kisah Sumatera bisa berada di bawah pengaruh Belanda. Bermula dari dua kerajaan besar, Belanda dan Inggris yang bertemu di meja perundingan pada tanggal 17 Maret 1824, di London, Inggris. Perjanjian itu membagi-bagi wilayah jajahan antara Inggris dan Belanda di Nusantara, khususnya di Pulau Sumatera. Belanda menyerahkan wilayah jajahannya di India dan Semenanjung Malaya kepada Inggris. Sementara Inggris menyerahkan Pulau Sumatera, Benteng Marlborough yang ada di Bengkulu, dan Pulau Belitong. Dan saat itulah, Sumatera berada dibawah jajahan Belanda. 




Hampir seluruh wilayah Sumatera sampai perbatasan Asahan sudah mereka kuasai. Namun Aceh, masih mempertahankan wilayah mereka agar tidak masuk dalam kekuasaan Belanda. Para penjajah sudah berjanji untuk tidak mengusik kedaulatan Aceh. Tetapi, begitulah penjajah, mereka sangat bernafsu untuk menguasai semua wilayah. Belanda sudah mengingkari perjanjian dengan menyerang beberapa wilayah Aceh yang jauh.

Baca juga: Manfaat Buku Komik Bagi Anak

Teuku Nanta Seutia adalah komandan pasukan Kesultanan Aceh yang memimpin 1000 pasukannya untuk melawan penjajah Belanda. Penyerangan itu terjadi di tengah malam, agar tidak menarik perhatian musuh. Dilakukan diam-diam dan dengan strategi yang cerdas sehingga pasukan Aceh dapat masuk ke markas pasukan Belanda dan menghabisinya.

Sepulangnya Teuku Nanta dari pertempuran, dia mendapat kabar gembira bahwa istrinya melahirkan anak perempuan. Dan anak itu diberi nama Cut Nyak Dien.

Begitulah sedikit cerita dari komik ini. Awalnya, minpaps kira komik ini akan menceritakan tentang perjuangan Cut Nyak Dien. Tapi ternyata TIDAK. Komik ini lebih mengarah ke awal kisah Sumatera di jajah oleh Belanda dan kisah perjuangan Ayah Cut Nyak Dien untuk melawan para penjajah sampai dengan lahirnya Cut Nyak Dien.

Mungkin saja buku komik ini akan menjadi komik series, dimana cerita antara buku komik satu dengan yang lainnya memiliki alur cerita yang bersambung.

Sekian review minpaps soal komik Cut Nyak Dien pertama ini. Toko komik Semarang Papillon Komik Shop jual komik Cut Nyak Dien.

Selain jual komik anak islami berjudul Cut Nyak Dien, masih banyak judul komik anak Islami lainnya.  Ada komik sejarah Islam dan komik Pahlawan Islam yaitu komik Barbarossa, komik Imadudin Zanki, dan komik Bilal Bin Rabah.


Jika kamu suka cerita petualangan bisa membaca komik Pejuang Liburan dan Komik Kevin. Jika suka komik islami lucu ada komik Real Masjid yang memberikan nilai-nilai Islam dengan cerita yang kocak. 

Komik ini cocok digunakan sebagai alternatif media untuk mengalihkan anak dari bacaan atau tontonan yang tidak sesuai dengan usia anak. Selain buku komik, menggambar juga dapat menjadi aktivitas alternatif. Papillon pen tablet store jual pen tablet murah dan jual pen display Wacom dan Huion yang dapat digunakan untuk media gambar digital. Harga pen tablet mulai dari 400 ribuan. Harga bisa berubah sewaktu-waktu.

REVIEW KOMIK PAHLAWAN ISLAMI CUT NYAK DIEN REVIEW KOMIK PAHLAWAN ISLAMI CUT NYAK DIEN Reviewed by papillon on Monday, January 25, 2021 Rating: 5

No comments